OJK Beberkan Potensi Keuangan Syariah Besar, Namun Pencapaiannya Berat

Rabu, 20 Januari 2021 17:30
OJK Beberkan Potensi Keuangan Syariah Besar, Namun Pencapaiannya Berat

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa potensi pasar keuangan syariah sangat besar di Tanah Air, namun upaya untuk pencapaiannya diyakini sangat berat dan membutuhkan usaha yang keras.

OJK dalam 20 tahun terakhir menargetkan bisa meningkatkan pangsa pasar (market share) keuangan syariah Indonesia bisa mencapai 20%. 

Advertisement

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan untuk meningkatkan posisi keuangan syariah di dalam negeri, pelaku industri sekarang tak hanya bersaing untuk bisa memenangkan posisi di domestik saja. Persaingan saat ini sudah jauh lebih luas, dengan melibatkan pelaku industri secara global.

“Kami evaluasi dengan berbagai cara-cara yang kita lakukan selama ini akan berat untuk mencapai 20%, bahkan sebenarnya kita bisa lebih besar lagi,” kata Wimboh dalam Webinar Sharia Economic Outlook 2021, seperti dilansir dari CNBCIndonesia, Rabu, 20 Januari 2021. 

Baca: Rupiah masih akan digempur isu domestik dan global

BACA JUGA:  OJK Sebut Pertumbuhan Kredit Perbankan Tergantung Vaksin

“Diantara kami sampaikan, ini poin penting bagaimana meningkatkan market share ini bahwa saingan kita itu adalah bukan lagi domestik, bukan lagi hanya konvensional tapi juga produk syariah dari luar negeri, dari global, dari region. Sehingga kita yang kita benchmark bukan dari dalam negeri. Untuk itu kita harus mempunya pemain yang tangguh baik dalam negeri maupun luar negeri.”

Dia menyebutkan, pelaku keuangan syariah di dalam negeri dinilai harus memiliki akses yang lebih luas dibantu dengan infrastruktur yang kuat baik dari segi permodalan maupun sumber daya manusia.

Selain dari infrastruktur, persaingan biaya juga menjadi satu hal yang harus terus ditekan oleh perbankan syariah. Pasalnya pelaku keuangan global akan selektif dan cenderung memilih price yang lebih murah di regional. “Dan juga teknologi itu jadi backbone, yang harus kita lakukan,” imbuhnya.

Satu poin yang paling penting dalam pengembangan keuangan, khususnya perbankan syariah di dalam negeri adalah keberpihakan kepada sektor ritel dan UMKM. Sebab sektor ini dinilai tidak memiliki permasalahan kredit dibanding dengan sektor komersial.

Juga diperlukan ketersediaan produk yang mengakomodasi nasabah didukung dengan literasi keuangan yang memadai. “Yang ketiga produk berbasis syariah masih limited, untuk itu kalau kita ngomong financial deepening bukan hanya konvensional tapi syariah harus masuk,” terangnya. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 05 Maret 2021 11:15

China Bersumpah Tak Akan Biarkan Taiwan Merdeka

China akan mengedepankan hubungan perdamaian di Selat Taiwan.

Jumat, 05 Maret 2021 10:48

Miyabi Ngaku Ingin Muntah

Pensiunan bintang film dewasa Maria Ozawa tak segan berbagi pengalaman pertama saat syuting film dewasa.

Jumat, 05 Maret 2021 10:33

Jokowi: Masa Nggak Boleh Bilang Tak Suka Pada Produk Asing

‘Cintai produk lokal dan benci produk luar.’

Jumat, 05 Maret 2021 10:26

Liverpool Kini Lebih Dekat ke Zona Degradasi Dibandingkan Puncak Klasemen

jarak poin antara Liverpool dengan Fulham di rangking 18 atau garis degradasi, adalah 20 poin

Jumat, 05 Maret 2021 10:16

Ini Akan Jadi Sejarah Jika SBY Benar-benar Akan Demo Istana

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Jumat, 05 Maret 2021 08:56

Awalnya, Tae-yong Ingin Uji Coba Bersama Klub Luar Negeri

awalnya pelatih timnas Shin Tae-yong menginginkan uji coba timnas U-22 bersama klub luar negeri

Jumat, 05 Maret 2021 07:48

Timnas Sea Games Dipastikan Uji Coba, Indra Sjafri: Jadwalnya Sama

“Jadwalnya akan sama seperti sebelumnya”

Kamis, 04 Maret 2021 22:32

Ada yang Mau Gabung? Partai UKM Buka Pendaftaran Nih

Partai usaha Kecil Menengah (UKM) adalah partai baru yang lahir di tengah pandemi Covid-19.

Kamis, 04 Maret 2021 21:30

Kepala DLHK Riau: Masyarakat Harus Disadarkan Agar Tak Bakar Lahan

“Mengubah habit [kebiasaan] masyarakat yang paling utama harus dilakukan.”