Pajak Penjualan Barang Mewah Kendaraan Bermotor Gratis Hanya 3 Bulan

Sabtu, 13 Februari 2021 09:41
Pajak Penjualan Barang Mewah Kendaraan Bermotor Gratis Hanya 3 Bulan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU —Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI memberlakukan bebas Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM untuk kendaraan bermotor rencananya hanya diberlakukan tiga bulan. Yakni mulai Maret-Mei 2021 mendatang.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Jumat, 12 Februari 2021. Bebas PPnBM ini dikeluarkan sebagai salah satu upaya untuk membantu pemulihan ekonomi.

Advertisement

Dalam keterangan tertulis itu dijelaskan, bahwa setelah tiga bulan bebas pajak, di bulan berikutnya besaran potongan pajak mobil dapat potongan sebesar 50% dari tarif normal. Juga berlaku selama tiga bulan berikutnya. Lalu 25% dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan selanjutnya.

Baca: PERTUMBUHAN EKONOMI 2014: Pemerintah Proyeksikan 6,4%-6,9%

BACA JUGA:  Aturan Baru Tarif Ekspor Sawit Efektif Berlaku 10 Desember Ini

Diskon pajak itu diberikan untuk kendaraan bermotor segmen kurang atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4×2. Segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki pembelian dalam negeri (local purchase) di atas 70%.

Keputusan itu diambil setelah dilakukan koordinasi antarkementerian dan diputuskan dalam rapat kabinet terbatas. Besaran diskon pajak akan dievaluasi efektifitasnya setiap tiga bulan.

Kebijakan diskon pajak ini nantinya menggunakan PPnBM yang ditanggung pemerintah. Sebagai aturan pelaksananya, Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait diskon pajak itu dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada Maret 2021.

Kemenkeu menyatakan pemberian diskon pajak itu didukung Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, melalui pengaturan uang muka nol persen dan penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Kredit.

BACA JUGA:  Kata Sri Mulyani Soal Utang Negara Hampir Rp6.000 Triliun, ‘Masih Lebih Baik dari Negara Lain’

Sinergi kebijakan ini harapannya juga dapat disambut positif oleh para produsen dan dealer penjual untuk memberikan skema penjualan yang menarik agar potensi dampaknya semakin optimal. Kebijakan ini juga diharapkan mampu mengungkit kembali penjualan kendaraan mobil penumpang yang mulai bangkit sejak bulan Juli 2020. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 07 Maret 2021 05:00

Catatan Sejarah 7 Maret: Tragedi Garuda 200, Keluar Landasan dan Terbakar, 21 Tewas

7 Maret 2007, pukul 07.05 WIB, pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA 200 mengalami kecelakaan di Bandara Adi Sujtipto, Yogyakarta

Sabtu, 06 Maret 2021 21:32

Ini Penampilan Wave 125 yang Mirip Supra X Kalau di Indonesia

Motor bebek Wave 125 dipasarkan di Malaysia.

Sabtu, 06 Maret 2021 20:32

Rocky Gerung: KLB Demokrat Turunkan Derajat Moeldoko

AHY yang diuntungkan. Elektabilitasnya bangkit.

Sabtu, 06 Maret 2021 19:33

BSI Beri Potongan 50% untuk Pengguna QRIS

BSI dukung gerakan transaksi digital dengan QRIS.

Sabtu, 06 Maret 2021 18:32

Manfaat Minyak Jelantah untuk Peralatan Rumah

Minyak sisa penggorengan ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal.

Sabtu, 06 Maret 2021 17:32

OJK Riau Sebut Vaksin Akan Kurangi Dampak Covid-19 Sektor Perekonomian Daerah

Ekonomi daerah perlahan akan bangkit seiring dengan vaksinasi Covdi-19.

Sabtu, 06 Maret 2021 16:37

Mahfud MD: Saya Tak Ada Waktu untuk Panggil Kedua Belah Pihak

Waktunya mepet. Jadi pemerintah hanya tekankan protokol kesehatan.

Sabtu, 06 Maret 2021 16:24

Video: TKP Foodcourt Hadir Kembali

Ragam menu tersedia di 10 tenan

Sabtu, 06 Maret 2021 15:03

Kampus Sudah Diizinkan Kuliah Juli 2021

Lembaga pendidikan perguruan tinggi diizinkan membuka kembali aktivitas perkuliahan pada Juli 2021.

Sabtu, 06 Maret 2021 13:56

Alasan Erick Thohir Swastanisasikan BUMN Omzet di Bawah Rp50 M

BUMN seharunya tak main yang kecil-kecil