BERTUAHPOS.COM — Menjelang masuknya Bulan Suci Ramadan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) di 8 provinsi. Kondisi ini tercatat hingga 21 Februari 2025, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Sementara itu, 30 provinsi lainnya mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya. Plh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, M Habibullah, mengungkapkan bahwa kenaikan IPH di delapan provinsi tersebut didominasi oleh komoditas cabai merah, cabai rawit, dan beras.
Adapun 8 provinsi yang mengalami kenaikan IPH beserta komoditas penyumbangnya adalah:
- Papua Selatan – Cabai merah, daging sapi, cabai rawit.
- Gorontalo – Cabai merah, beras, gula pasir (kenaikan 0,47 persen).
- Sulawesi Tenggara – Daging ayam ras, beras, cabai merah (kenaikan 0,32 persen).
- Nusa Tenggara Timur – Cabai merah, beras, cabai rawit (kenaikan 0,29 persen).
- Kepulauan Riau – Cabai merah, cabai rawit, udang bawah (kenaikan 0,28 persen).
- Kepulauan Bangka Belitung – Cabai rawit, daging sapi, beras (kenaikan 0,23 persen).
- Papua Barat – Beras, cabai rawit, cabai merah (kenaikan 0,13 persen).
- Sumatra Barat – Cabai merah, cabai rawit, daging sapi (kenaikan 0,07 persen).
Meskipun mayoritas provinsi tidak mengalami kenaikan IPH pada minggu ketiga Februari, Habibullah mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap waspada.
Ia menekankan bahwa penurunan angka tidak selalu menjadi indikasi aman, karena transmisi kenaikan harga bisa terjadi di minggu-minggu berikutnya.
“Bisa saja minggu depan IPH naik jika tidak dimonitor dengan baik,” ujarnya.***