• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 24, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Roy Suryo Soroti Keanehan Skripsi dan Ijazah Jokowi, TPUA Minta Klarifikasi ke UGM

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 April 2025
Roy Suryo Soroti Keanehan Skripsi dan Ijazah Jokowi, TPUA Minta Klarifikasi ke UGM

Roy Suryo Soroti Keanehan Skripsi dan Ijazah Jokowi, TPUA Minta Klarifikasi ke UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Roy Suryo, bersama sejumlah anggota Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), mendatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meminta klarifikasi atas keaslian skripsi dan ijazah Presiden Joko Widodo.

Dalam kunjungan tersebut, Roy Suryo ditemani oleh dua perwakilan lainnya, Rismon Hasiholan dan Tifauzia. Mereka melakukan audiensi langsung dengan perwakilan dari fakultas dan rektorat UGM. Sementara itu, sejumlah tokoh TPUA lainnya seperti Eggi Sudjana tidak hadir karena mengalami kendala perjalanan.

“Hari ini memang tim inti belum bisa hadir karena terhambat di jalan. Tapi kami tetap menjalankan misi untuk meminta penjelasan,” ujar Roy usai pertemuan.

Menurut Roy, mereka mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang memperbolehkan akses masyarakat terhadap karya ilmiah. Permintaan mereka untuk melihat skripsi Jokowi pun dikabulkan. Namun, setelah diperiksa, Roy menyebut adanya sejumlah kejanggalan.

“Ketikan skripsi terlihat berbeda. Bagian isi diketik menggunakan mesin tik konvensional, tapi bagian awal seperti halaman judul tampak tercetak dengan teknologi yang tidak lazim pada zamannya,” ucap Roy. Ia juga menyoroti absennya lembar pengesahan dari dosen penguji.

Meskipun beberapa nama dosen penguji disebutkan oleh pihak kampus, Roy tetap mempertanyakan mengapa dokumen resmi tersebut tidak menampilkan bukti pengesahan secara tertulis.

Topik lain yang turut dibahas dalam pertemuan adalah lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jokowi semasa kuliah. Namun, yang paling disayangkan Roy adalah ketidakmampuan tim untuk melihat langsung ijazah asli Presiden, karena dokumen tersebut disebut tidak berada di lingkungan kampus.

“Ijazah asli katanya disimpan di tempat lain. Tapi besok, teman-teman akan melanjutkan perjalanan ke Solo untuk mencoba melihat langsung,” kata Roy. Ia sendiri tidak akan ikut ke Solo karena harus kembali ke Jakarta.

Sementara itu, pihak pendukung Presiden telah menyatakan bahwa isu mengenai ijazah palsu ini bernada fitnah dan siap menempuh jalur hukum jika tudingan terus disebarkan tanpa dasar.***

(Kompas.com)

Tags: edukasinasional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Kuliah Umum UHTP Bahas Sinergi Hukum, IT hingga Kesehatan di Era Digital

Kuliah Umum UHTP Bahas Sinergi Hukum, IT hingga Kesehatan di Era Digital

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Next Post
Jakpat: Camilan Jadi Favorit di Aplikasi Makanan Online, Kebiasaan Konsumen Berubah

Jakpat: Camilan Jadi Favorit di Aplikasi Makanan Online, Kebiasaan Konsumen Berubah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.