BERTUAHPOS.COM — Bapanas siapkan 150.000 ton jagung SPHP untuk menekan biaya pakan peternak. Langkah ini juga diklaim untuk menjaga harga telur dan daging ayam ras.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, harga telur ayam ras di tingkat produsen masih relatif rendah. Namun, untuk ditingkat peternak harganya berada terlalu jauh di bawah acuan.
“Harga telur ayam ras di sisi produsen masih rendah karena rata-rata Rp24.600-an per kilogram. Harga seharusnya Rp26.500 per kilogram sehingga kami sedang mengupayakan kenaikan di tingkat produsen,” kata Ketut dikutip dari Bisnis.com, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pada kuartal II/2026, harga telur ayam ras di tingkat produsen mencapai Rp24.637 per kilogram, sedangkan di tingkat konsumen Rp29.874. Harga acuan penjualan di tingkat produsen ditetapkan Rp26.500 dan di tingkat konsumen Rp30.000.
Menurut Ketut, pemerintah justru mendorong harga telur di tingkat produsen agar tidak terlalu jauh di bawah acuan. Langkah ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak di tengah tekanan biaya produksi.
“PR kami adalah bagaimana upaya kita bersama untuk mengendalikan agar harga telur di tingkat produsen tidak di bawah HAP terlalu jauh,” ujar Ketut.
Kementerian Pertanian dan Bapanas sebelumnya mengundang asosiasi peternak telur di Surabaya untuk membahas kondisi harga serta intervensi pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memutuskan menambah alokasi SPHP jagung sebanyak 150.000 ton. Namun, tambahan itu masih menunggu hasil rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
“Kalau nanti ada penyesuaian harga telur di tingkat produsen ke arah harga acuan, tentu akan sedikit mengalami peningkatan IPH. Mudah-mudahan harga telur, baik di produsen maupun konsumen, bisa terkendali sesuai harga acuan yang kita tetapkan,” tutur Ketut.
Bapanas juga mendorong sisa jagung SPHP di Perum Bulog yang diperkirakan masih sekitar 40 persen segera didistribusikan. Penyerapan cepat oleh peternak diharapkan mampu membantu menghadapi tekanan biaya pakan.
Ketut menyebut harga pakan, bibit ayam, dan daya beli menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi biaya serta keberlangsungan usaha peternak. Tambahan jagung SPHP diharapkan memberi ruang bagi peternak ayam petelur memperoleh pakan dengan harga lebih terjangkau.
Bapanas juga memantau harga daging ayam ras yang mulai naik meski masih di sekitar acuan. Pada kuartal II/2026, harga produsen tercatat Rp22.849 per kilogram dan konsumen Rp38.106, sementara acuannya Rp25.000 dan Rp40.000; beberapa daerah sudah berada di atas acuan konsumen.
“Ke depan, Bapanas akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menentukan langkah intervensi guna mengendalikan harga daging ayam ras di daerah yang sudah berada di atas harga acuan,” kata Ketut.









