• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Banyak Perusahaan Sawit di Riau Abaikan Kewajiban Plasma Menteri Nusron Wahid Pastikan Ada Sanksi Tegas

Menurut Nusron, sejumlah perusahaan kerap berdalih bahwa lahan plasma harus berasal dari luar wilayah HGU. Padahal, bahwa lahan plasma sejatinya merupakan bagian dari HGU yang sudah mereka kuasai.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
25 April 2025
Banyak Perusahaan Sawit di Riau Abaikan Kewajiban Plasma Menteri Nusron Wahid Pastikan Ada Sanksi Tegas — “Kalau Luar HGU bukan Plasma Namanya”

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, saat melakukan rapat bersama Gubernur Riau Abdul Wahid di Kantor Gubernur Riau, Kamis, 24 April 2025 | Foto: Dok. MCR

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap pengusaha perkebunan kelapa sawit yang tidak menjalankan kewajiban memberikan 20% dari Hak Guna Usaha (HGU) untuk lahan plasma.

Hal ini disampaikannya usai rapat bersama Pemprov Riau, Pemkab/Kota dan instansi terkait lainnya di kantor Gubernur Riau, Kamis, 24 April 2025, di Pekanbaru. Dia mengaku ada banyak laporan yang masuk terkait masalah tersebut.

Menurutnya, ada banyak laporan bahwa perusahaan pemegang Izin Usaha Perkebunan (IUP) dan HGU yang belum memenuhi kewajiban tersebut (Plasma 20%). Menurut Nusron, sejumlah perusahaan kerap berdalih bahwa lahan plasma harus berasal dari luar wilayah HGU. Padahal, bahwa lahan plasma sejatinya merupakan bagian dari HGU yang sudah mereka kuasai.

“Kalau dari luar HGU itu bukan plasma namanya, tapi supply chain. Ini kesalahan pemahaman yang sering dijadikan alasan untuk menghindari kewajiban. Plasma itu wajib diambil dari dalam HGU yang telah diberikan negara,” ujar Nusron.

Dia menegaskan, pemerintah akan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kepatuhan para pengusaha. Bila ditemukan pelanggaran, seperti penanaman di luar HGU secara sengaja, maka sanksi tegas berupa denda akan dikenakan.

Tak hanya itu, pengusaha yang enggan memenuhi kewajiban membentuk lahan plasma akan diberi teguran, dan jika masih membandel, izin HGU-nya terancam dicabut.

“Pemerintah tidak akan diam jika ada pengusaha yang mencoba mengakali aturan. Sudah kita tegaskan, kalau tidak mau kasih plasma, kita tegur. Kalau tetap melawan, ya kita cabut saja HGU-nya,” tegasnya.

Dia menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menegakkan keadilan agraria serta memperkuat posisi petani kecil melalui sistem kemitraan yang adil. Lahan plasma dimaksudkan untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar, bukan hanya memperkaya korporasi besar.

Menurut Nusron Wahid, langkah ini juga sejalan dengan semangat reforma agraria yang sedang digalakkan pemerintah, termasuk penertiban lahan sawit yang ditanam di kawasan hutan tanpa izin, serta penyelesaian berbagai konflik pertanahan di daerah.

“Dengan penegakan aturan yang lebih ketat ini, pemerintah berharap kemitraan antara pengusaha dan masyarakat melalui skema plasma dapat berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa di sekitar kawasan perkebunan,” ujarnya.***

Tags: kelapa sawitperkebunanriau
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun
Ekonomi

APBDP Riau 2026 Diprioritaskan untuk Utang Tunda Bayar dan Infrastruktur

...

Read moreDetails
Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Next Post
Karyawan F&B di Pekanbaru Sukses Kembangkan Usaha Budidaya Ikan Guppy — Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Karyawan F&B di Pekanbaru Sukses Kembangkan Usaha Budidaya Ikan Guppy — Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.