• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

WALHI Riau Sorot Krisis Ekologis, Wajah Lain Kekerasan Terhadap Perempuan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 Desember 2024
WALHI Riau Sorot Krisis Ekologis, Wajah Lain Kekerasan Terhadap Perempuan
115
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) pada 25 November menjadi momen refleksi penting. Tahun ini, Komnas Perempuan mengangkat tema “Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan”. Tema ini menjadi seruan untuk melindungi perempuan, memenuhi hak-hak korban, dan mengakhiri segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau menilai, peringatan HAKTP juga perlu melihat dimensi kekerasan perempuan yang berkaitan dengan krisis ekologis. Menurut WALHI, eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali turut merusak ekosistem, menambah beban domestik perempuan, serta menghilangkan ruang hidup masyarakat.

Sri Wahyuni, Dewan Daerah WALHI Riau, menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan sering kali terjadi akibat maraknya izin yang diberikan kepada korporasi tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan. “Contohnya Pulau Mendol dan Pulau Rupat di Riau, yang dikepung oleh ekspansi perkebunan. Pulau kecil yang seharusnya dilindungi malah diberikan kepada korporasi perusak lingkungan. Ketika ruang hidup masyarakat diambil, bagaimana mereka bisa menghidupi keluarganya?” ujar Ayu.

Di Desa Pulau Bayur, Kuantan Singingi, ruang hidup masyarakat terganggu oleh aktivitas tambang batu bara. Sementara itu, di Desa Batu Ampar, Indragiri Hilir, aktivitas blasting tambang merusak rumah-rumah warga. “Eksploitasi akibat izin industri ekstraktif dan ekspansi sawit memberikan kontribusi besar terhadap krisis ekologis. Dampaknya, perempuan menghadapi beban ganda dan rentan mengalami kekerasan berbasis gender,” tambah Ayu.

Sri Depi Surya Azizah, staf WALHI Riau, menyebutkan bahwa kerusakan lingkungan juga memperparah krisis iklim yang dirasakan di Riau, terutama di wilayah perkotaan. “Sampah yang tidak terkelola menyebabkan pencemaran, buruknya sanitasi, hingga banjir. Beban terbesar dirasakan perempuan, yang bertanggung jawab atas kebutuhan domestik dan kesehatan keluarga, padahal mereka sendiri bergantung pada air bersih,” jelas Depi.

Depi juga menyoroti perjuangan perempuan adat yang aktif menyuarakan perlindungan ruang hidupnya. Namun, mereka sering menjadi sasaran kekerasan, seperti yang terjadi di Pulau Rempang, di mana intimidasi terhadap perempuan pembela HAM menyebabkan korban terluka, termasuk seorang lansia perempuan yang mengalami patah tulang. “Perempuan pembela HAM sering kali menghadapi kerentanan lebih besar dibandingkan laki-laki, karena patriarki membatasi ruang gerak dan suara mereka,” tambahnya.

Untuk memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, WALHI Riau bersama komunitas di Riau akan menggelar diskusi dan aksi, yang berpuncak pada peluncuran film dokumenter pada 10 Desember 2024. Film ini akan mengangkat perjuangan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mempertahankan tanah dan ruang hidup mereka.

“Krisis ekologis bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga wajah lain kekerasan terhadap perempuan. Perlindungan lingkungan adalah bagian dari perlindungan terhadap perempuan,” tuturnya.***

Tags: lingkungan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang
Berita Pilihan

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

...

Read moreDetails
Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Mengenal Alam Lebih Dekat, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Diajak Berkeling Hutan Adat Desa Terantang Manuk

Mengenal Alam Lebih Dekat, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Diajak Berkeling Hutan Adat Desa Terantang Manuk

Next Post

Sat Resnarkoba Polres Kuansing Tingkatkan Pengungkapan Kasus Narkotika Dalam Rangka Cipta Kondisi Pilkada 2024

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.