• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BPPT Belum Bisa Pastikan Kapan TMC Dilaksanakan di Riau 

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 Juli 2020
Teknik Modifikasi Cuaca

Ilustrasi, Net

107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang bertugas untuk melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC), sejauh ini belum bisa memastikan kapan kegiatan hujan buatan bisa dilaksanakan di Provinsi Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger mengatakan, bahwa Pemprov Riau sudah mengajukan permohonan untuk dilakukan TMC di Riau. Pengajuan permohonan ini, merujuk pada hasil analisis BMKG tentang potensi Riau terhadap kondisi kemarau fase kedua di tahun ini. “Sudah diajukan,” ungkapnya.

Sepanjang 2020, TMC di Riau sudah dilakukan 2 kali, sebagai bentuk salah satu upaya pencegahan terjadinya Karhutla di tahun ini. Menjelang itu, Edwar mengatakan bahwa kegiatan pencegahan lain seperti sosialisasi dan patroli ke daerah rawan Karhutla juga tetap dilakukan. Dengan melibatkan personel gabungan, termasuklah TNI-Polri.

Apa itu TMC
Kepala Bagian Umum BB-TMC Jon Arifian. (Foto: Melba / Bertuahpos)

Waktu yang Tepat untuk TMC

Menurut Kepala Bagian Umum BB-TMC Jon Arifian, memang Pemprov Riau sudah mengajukan surat permohonan untuk dilakukannya TMC di langit Riau pada 07 Juli 2020. “Surat itu berisi permohonan agar segera dilakukan TMC di Riau dalam upaya antisipasi Karhutla menyambut musim panas pada akhir Juli-September nanti,” katanya.

Di musim transisi ini, kata dia, memang merupakan waktu yang tepat bagi Riau untuk dilakukannya modifikasi cuaca, sebab masih banyak awah hujan yang biasa dimanfaatkan, agar curah hujan tetap berada pada intensitas tinggi.

Sepanjangan 2020, di Riau sudah 2 kali dilakukan TMC, dengan rata-rata jumlah garam yang disemai sebanyak 20-30 ton dalam rentang waktu 30 hari. Pada teknik modifikasi cuaca yang kali ketiga ini, menurut Jon Arifian, jumlahnya diperkirakan sama. Dengan jumlah itu, rata-rata  menghasilkan air 40-60 meter kubik, dan masih bisa dioptimalkan.

“Pada TMC pertama di Riau itu diselenggarakan oleh BNPB, TMC kedua dari KLHK. Kami masih menunggu instruksi selanjutnya walaupun surat sudah masuk ke kami,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berdasarkan analisis dari BMKG bahwa potensi kemarau tahun ini — Juli-September — cenderung tingkat kekeringannya lebih rendah jika dibandingkan kondisi kemarau pada tahun 2019. Namun demikian TMC tetap perlu dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah gambut agar tidak mudah terbakar.

Lahan terbakar di Riau
Kepala BPBD Riau Edwar Sanger. (Foto: Melba / Bertuahpos)

Data Luasan Lahan Terbakar di Riau

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau sejak awal hingga pertengahan tahun 2020 sudah ‘menghanguskan’ setidaknya 1.371 hektare lahan. Data ini berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau per Januari sampai 12 Juli 2020

Jumlah lahan yang terbakar di Rohil seluas 52 hektare, Dumai 117 hektare, Bengkalis 357 hektare, Meranti 41 hektare, Siak 166 hektare, Pekanbaru 15 hektare, Kampar 22 hektare, Pelalawan 100 hektare, Inhu 48 hektare dan di Inhil 451 hektare. Di Rohul dan Kuansing masih Nihil

Sementara dari sisi penegakan hukum, sejauh ini sudah ada 57 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan. Namun perkembangan terbarunya, sejumlah wilayah yang sebelumnya sempat terjadi Karhutla. Seperti di Pelalawan, Rupat, Mandau dan Dumai api sudah padam dan pasukan gabungan sudah ditarik mundur dari lapangan. (bpc2)

Tags: karhutla Riaulingkunganteknik modifikasi cuacaTMC
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

KSBSI Riau Apresiasi Kinerja Herry Heryawan Usai Dipromosikan Jadi Kabaharkam Polri
Regional

KSBSI Riau Apresiasi Kinerja Herry Heryawan Usai Dipromosikan Jadi Kabaharkam Polri

...

Read moreDetails
BMKG Riau Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor Musim Hujan

BMKG Riau Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor Musim Hujan

Satgas Udara Genjot Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla Riau

Satgas Udara Genjot Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla Riau

Operasi Pemadaman Karhutla Riau Berlanjut, Sejumlah Titik Belum Padam

Operasi Pemadaman Karhutla Riau Berlanjut, Sejumlah Titik Belum Padam

Stok Menipis, Pemprov Riau Minta Tambahan 850 Ribu Pcs Masker ke Pusat

Stok Menipis, Pemprov Riau Minta Tambahan 850 Ribu Pcs Masker ke Pusat

150 Hotspot Muncul di Riau, Kualitas Udara di Pekanbaru Masih Tidak Sehat

150 Hotspot Muncul di Riau, Kualitas Udara di Pekanbaru Masih Tidak Sehat

Next Post
Negara tirai bambu

Media Negara Tirai Bambu Sebut Batik Berasal dari Cina

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.