3.000 Perusahaan Sudah Daftar Vaksin Mandiri

Selasa, 16 Februari 2021 10:50
3.000 Perusahaan Sudah Daftar Vaksin Mandiri

BERTUAHPOS.COM — Sebanyak 3.000 perusahaan terdata sudah melakukan pendaftaran untuk vaksin mandiri. Data tersebut berdasarkan catatan Kamar Dagang Industri (Kadin). Data itu tercatat hingga Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani angka tersebut akan terus bertambah hingga pendaftaran ditutup pada Rabu besok, 17 Februari 2021.

Advertisement

“Sudah lebih dari 3.000 perusahaan yang mendaftar,” kata Shinta seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa 16 Februari 2021.

Sementara mengenai mekanisme penyuntikan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dia memastikan bahwa vaksin yang akan disuntikkan, bukan racikan vaksin Sinovac.

Baca: Jatah DBH Riau 2017 Baru Akan Diusulkan untuk Pencairan

BACA JUGA:  Riau Siapkan 790 Vaksinator dan Nyatakan Siap Lakukan Vaksinasi

“Vaksinnya tidak boleh sama dengan Sinovac, harus beda, jadi bukan Sinovac,” lanjut dia.

Secara terpisah, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyebut negosiasi pengadaan vaksin antara pelaku usaha dan sejumlah produsen global masih berlangsung.

Rosan mengatakan vaksin mandiri ditujukan bagi karyawan dan keluarganya. Program juga akan menjangkau masyarakat di sekitar tempat industri di lokasi-lokasi khusus, seperti pertambangan.

Walaupun belum mengetahui harga pasti vaksin mandiri, namun harapannya harga tidak melebihi Rp1 juta per dosis.

“Tapi kami masih menunggu bagaimana aturan dari pemerintah saja,” ujarnya seperti dikutip dari publikasi situs web Kadin Indonesia.

Sebelumnya, Kadin Indonesia membuka program vaksinasi covid-19 jalur mandiri. Program tersebut diperkirakan bisa menjangkau minimal 20 juta pekerja di sektor formal.

Rosan mengatakan pendaftaran bagi perusahaan yang berminat mengikuti program tersebut dibuka hingga 17 Februari mendatang.

“Total 40 persen dari angkatan kerja yang jumlahnya 130 juta orang adalah 52 juta orang. Sehingga, kemungkinan yang ikut adalah setengahnya, yakni sekitar 26 juta orang, atau setidaknya 20 juta pegawai,” ujarnya dikutip dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 03 Maret 2021 11:01

Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tak Alergi Kritik

Selama kritikan tersebut rasional

Rabu, 03 Maret 2021 10:47

Harga CPO Topang Kenaikan TBS Sawit di Riau Pekan Ini

Harga minyak dunia ikut menopang harga CPO hingga berimbas pada kenaikan harga TBS sawit di Riau.

Rabu, 03 Maret 2021 10:35

Muhammadiyah Apresiasi Pencabutan Lampiran Perpres Miras oleh Presiden Jokowi

Pencabutan ini adalah bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat

Rabu, 03 Maret 2021 10:27

Butut Dugaan Pelecehan Selebgram, Karyawan Kopi Kenangan Dirumahkan

Kasus dugaan pelecehan karyawan Kopi Kenangan Terhadap seorang selebgram.

Rabu, 03 Maret 2021 09:55

Apa Maksud Mahfud tak Ada Masalah dengan UU ITE?

“Saya sendiri melihat kalau undang-undangnya sih tidak bermasalah sih.”

Rabu, 03 Maret 2021 09:52

Man City 15 Poin Diatas MU, Pep: Kami Harus Tetap Tenang

Man City belum juara. Mahkota juara masih dipegang Liverpool

Rabu, 03 Maret 2021 07:01

Penaklukkan Konstatinopel, Ibukota Dunia

Napoleon sang penakluk Eropa pernah berkata bahwa jika dunia adalah sebuah negara, maka Konstatinopel adalah ibukotanya

Rabu, 03 Maret 2021 05:12

Tak Terhentikan, City Bantai Wolves 4-1

pekan ke 29 yang mempertemukan mereka dengan Wolves, City menang 4-1

Rabu, 03 Maret 2021 05:00

Catatan Sejarah 3 Februari: Sultan Muhammad Al-Fatih II Naik Tahta

Dikenal sepanjang masa sebagai seorang penakluk kerajaan yang begitu hebat

Selasa, 02 Maret 2021 22:32

Miliki Potensi Besar, Budidaya Ikan Tapah di Desa Kuala Terusan Mulai Digalakkan

Peluang dalam membudidayakan keramba ikan air tawar di Pelalawa.