Lamang Tapai Laris Manis di Pasar Pabukoan

Minggu, 11 Juni 2017 21:09

BERTUAHPOS.COM (BPC), AGAM – Selama bulan puasa banyak masyarakat memilih menu berbuka puasa dengan lamang tapai. Memang makanan tradisional ini jarang dan sulit sekali ditemukan di hari-hari biasa.

Saat tiba bulan puasa, Lamang Tapai dengan mudah dijumpai di pasar-pasar Pabukoan diberbagai daerah di Sumatera Barat, tidak terkecuali Pasar Pabukoan Baso, Kabupaten Agam.

Disamping rasanya yang nikmat, juga cara memasaknya yang unik menambah cita rasa Lamang Tapai. Maka tidak heran jika penjual makanan Lamang Tapai selalu ramai pembeli.

“Alhamdulillah laris. Kalau Lamang ini terbuat dari beras pulut yang dicampur dengan santan kelapa kemudian dimasak dengan menggunakan Batang bambu dan dipanaskan dekat api. Kalau Tapai sendiri juga ada pulutnya dan ada sedikit rasa asamnya sehingga bila digabungkan rasanya nikmat,” sebut Eva, salah seorang penjual Lamang Tapai di Pasar Salo, Kabupaten Agam, Minggu (11/06/2017).

Baca: Harga Tiket Promo Masih Tersedia Untuk Hari Ini dan Besok

Disamping rasanya yang maknyus, Lamang Tapai juga dijual dengan harga terjangkau. Bahkan satu keping Lamang dengan sebungkus Tapai hanya dibandrol Rp 10 ribu saja. “Harganya murah dan terjangkau semua kalangan. Kalau sekali memasak bisa sekitar 20 Batang bambu itu, bisa habis dalam jangka seminggu,” sebutnya saat bercerita dengan Bertuahpos.com disela-sela melayani pembeli.

Salah seorang penikmat makanan khas daerah itu, Habib mengaku suka sekali dengan Lamang Tapai. Bahkan rasa asam Tapai itu bila dipadukan dengan Lamang begitu nikmat dilida.

“Enak sekali. Jadi ini masakan khas daerah yang sudah lama ada yang rasanya khas kemudian nikmat. Jadi cobalah, nanti saya rasa akan ketagihan itu,” sebutnya sambil memesan dua potong.

Dia menyebut, masakan khas daerah seperti Lamang Tapai dibuat dengan bahan alami. “Hebatnya masakan tradisional seperti Lamang Tapai semua bahannya alami. Jadi tidak perlu khawatir zat-zat berbahaya seperti dapat pewarna dan pengawet lainnya, pokoknya sehat deh,” sebutnya bangga menjadi pecinta masakan khas daerah. (bpc15)