Ingin Pelesir tapi Sedang Hamil? Bisa Saja…

Kamis, 26 September 2013 15:53
BERTUAHPOS, JAKARTA – Waktu liburan sangat didambakan oleh banyak orang, termasuk wanita yang sedang hamil. Siapa yang tak tergoda untuk berjalan-jalan menikmati wilayah baru, melepaskan penat dan capek sekalipun dalam masa kehamilan.
 
Namun bagi wanita hamil, untuk bisa melakukan liburan diperlukan pengamanan ekstra. Mengingat yang ia jaga bukanlah hanya dirinya sendiri. Melainkan juga bayi yang bersemayam di perutnya.
 
Meski demikian, bukan berarti wanita hamil hanya bisa berdiam diri di rumah. Mereka pun bisa melakukan liburan dengan tetap menjaga kehamilan. Seperti dilansir Huffington Post, beberapa cara ini bisa membantu menjaga wanita hamil dan bayinya saat akan melakukan perjalanan liburan.
 
Mengatur Waktu Perjalanan
 
Bagi wanita di bulan awal kehamilan, mungkin akan merasakan mual, badan lemas dan cepat lelah. Karena itu, pilihlah waktu terbaik untuk melakukan liburan pada masa kehamilan trimester kedua. Pada saat itu gejala “morning sickness” atau mual pada masa awal kehamilan mungkin telah sedikit reda.
 
Sebelum berangkat perjalanan, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu kondisi kehamilan pada dokter untuk mencegah gangguan pada kehamilan selama perjalanan. Lalu, jika berencana menggunakan transportasi pesawat terbang, laporkan pada maskapai bersangkutan tentang kehamilan Anda pada saat memesan tiket.
 
Pilih Tujuan
 
Saat menentukan tujuan liburan, pilih yang tak terlalu jauh dari rumah atau bisa juga memilih yang dekat dengan tempat kesehatan seperti rumah sakit.
 
Pertimbangkan pula kegiatan yang akan Anda lakukan saat berada di tempat berlibur. Jangan melakukan hal-hal berat yang kemudian dapat membahayakan Anda dan bayi. Melakukan yoga di pantai sepertinya bisa menjadi pilihan. Anda bisa merileksasikan pikiran dan tubuh Anda bermandi cahaya matahari pantai dengan ditemani suara debur ombak.
 
Membawa catatan medis kehamilan
 
Meski tujuan liburan terbilang dekat, ada baiknya untuk membawa catatan medis riwayat kehamilan. Sekadar berjaga-jaga, jika kondisi tak baik, paramedis yang berada di dekat tempat Anda berlibur bisa memahami keadaan kehamilan. Bisa juga jika Anda memiliki asuransi kesehatan, sertakan pula berkas tersebut bersama catatan medis.
 
Memilih transportasi mobil
 
Menggunakan pesawat terbang atau kapal laut mungkin lebih cepat sampai terutama jika tujuan liburan cukup jauh. Tapi ada baiknya mempertimbangkan untuk bepergian dengan menggunakan mobil.
 
Karena dengan demikian, jika terjadi gangguan pada kehamilan Anda selama dalam perjalanan, dapat langsung membelokkan arah ke rumah sakit. Dengan menggunakan mobil, Anda pun bisa sesekali istirahat di tempat umum untuk sekadar meregangkan badan.
 
Membawa minum
 
Menurut American Pregnancy Association, organisasi peduli kehamilan dan kesehatan ibu hamil, wanita hamil perlu minum 12 gelas air per hari. Maka tak ada salahnya jika Anda selalu menyimpan cadangan minuman selama di perjalanan.
 
Untuk meringankan barang bawaan Anda, bawa saja botol minum ukuran sedang. Jika habis bisa diisi kembali dengan minuman kemasan yang banyak dijual selama perjalanan.
 
Pakaian
 
Gunakan pakaian yang nyaman saat berada di perjalanan. Jangan gunakan pakaian yang terlalu ketat karena bisa mengganggu perut Anda. Begitu pun dengan alas kaki. Pilih saja alas kaki lembut dengan lapisan busa agar membuat Anda nyaman saat berjalan.(kompas.com)