Soal COVID-19, NGO: Tutup Pabrik IKPP

Rabu, 12 Agustus 2020 14:42
Soal COVID-19, NGO: Tutup Pabrik IKPP 

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Penggiat lingkungan di Riau menanggapi, terhadap Karyawan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) atau biasa disebut IKPP yang terkonfirmasi COVID-19, harus disikapi serius oleh berbagai pihak.

Wakil Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau atau Jikalahari Made Ali menilai, sudah sepatutnya pabrik kertas IKPP ditutup, minimal 14 hari untuk sterilisasi. 

Advertisement

“Pemerintah harus tegas. Tutup pabrik IKPP 14 hari untuk disinfektan (strilisasi). Lalukan tes swab yang menyasar seluruh karyawan yang bekerja di IKPP, tanpa terkecuali direktur IKPP, juga diswab,” kata Made, saat dihubungi Bertuahpos.com, Rabu, 12 Agustus 2020 di Pekanbaru.

Made mengatakan, IKPP juga harus transparan terhadap kasus COVID-19 yang menjangkiti keryawa-karyawan mereka. Menutup pabrik 14 hari untuk sterilisasi tidak akan membuat perusahaan itu bangkrutnya. 

Baca: Orang Tua Mahasiswa Protes Soal Karantina, Ini Penjelasan Kadiskes Riau

“Jadi, kalo pemerimtah tidak (mendorong) menutup pabrik selama 14 hari PT IKPP itu, berarti telah lakukan diskriminasi dan pilih kasih. Bukankah bank bri sudirman kemarin ditutup (untuk sterilisasi)?” ungkapnya.

Menurutnya, selama 14 hari masa sterilisasi, juga sudah selayaknya IKPP menyediakan insentif kepada karyawan selama berada di rumah untuk isolasi. Dia menuturkan, terkonfirmasi virus corona kepada sejumlah karyawan IKPP juga tidak seharusnya dilihat skala kecil, sebab para karyawan itu juga melakukan interaksi dengan warga di sekitar perusahaan.

“IKPP wajib membantu warga berupa disinfektan seluruh areal terkena dan memberi insentif kepada warga terdampak. Itu sikap yang lebih ideal, karena warga di sekitar perusahaan juga menjadi tanggung jawab mereka,” jelas Made.

Bertuahpos.com, menghubungi Humas PT IKPP Nurul Huda untuk memberikan tanggapan mereka terhadap persoalan ini. Redaksi mengirimkan pesan ke WhatsApp Nurul, namun hanya ceklist satu, atau pesan itu tidak masuk.

Sementara itu, saat dilakukan panggilan telpon, tidak bisa dipastikan apakah nomor telpon Nurul aktif atau tidak, karena jaringan Telkomsel sedang dalam gangguan. Pesan yang sama juga dikirim via SMS namun gagal. (bpc2)