• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Kolaborasi dan Teknologi Cegah Karhutla Dampak El Nino

Reni by Reni
24 Juli 2023
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Sinar Mas Agribusiness and Food memperkuat kolaborasi lintas sektor dan pengembangan teknologi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dampak fenomena El Nino. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino tahun ini diperparah dengan adanya Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang membuat potensi kekeringan menjadi lebih besar dibandingkan tiga tahun terakhir. Potensi kekeringan itu berimplikasi pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang juga menguat.

Upaya-upaya kolaborasi Sinar Mas Agribusiness and Food antara lain menggelar apel siaga gabungan, latihan penanggulangan karhutla bersama, serta sosialisasi berkala dengan melibatkan berbagai pihak seperti unsur pemerintahan, TNI-Polri, dan masyarakat umum. Kolaborasi pun diperkuat dengan pengembangan teknologi berbasis satelit yang mampu memberikan informasi deteksi titik panas (hotspot) tiga kali lebih cepat. Serangkaian upaya ini dilakukan untuk mencegah dampak perubahan iklim berupa karhutla di wilayah-wilayah rawan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena El Nino dan IOD positif saling menguatkan sehingga membuat musim kemarau tahun ini dapat menjadi lebih kering dan curah hujan pada kategori rendah hingga sangat rendah. “Jika biasanya curah hujan berkisar 20 mm per hari, maka pada musim kemarau ini angka tersebut menjadi sebulan sekali atau bahkan tidak ada hujan sama sekali,” ujarnya dalam siaran pers yang dimuat dalam laman resmi BMKG, Senin (24/7).

Fenomena El Nino merupakan pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya. Sementara fenomena IOD terjadi karena perbedaan suhu permukaan laut antara dua wilayah yaitu di Samudera Hindia bagian barat dan Samudera Hindia bagian timur. Indonesia menghadapi kedua fenomena tersebut sekaligus. Puncak kemarau kering diprediksi akan terjadi di bulan Agustus hingga awal bulan September.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Head of Fire and Peat Management Sinar Mas Agribusiness and Food, Anselmus A. Supriyanto, mengatakan kolaborasi antarpihak harus diperkuat. Tahun ini, kegiatan pencegahan karhutla seperti apel siaga dan peningkatan kapasitas tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) lebih ditingkatkan. Hingga Agustus 2023, tercatat 17 kali apel siaga dan 10 kali pelatihan dasar karhutla telah diselenggarakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food.

“Fenomena iklim tahun ini cukup berat sehingga membuat sebagian wilayah Indonesia sangat rentan terjadi karhutla. Kami meningkatkan pelatihan petugas dan apel siaga untuk bersama-sama membentuk kewaspadaan. Apel siaga berlangsung di berbagai kabupaten di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat, serta didukung oleh pemerintah daerah setempat,” ujar Supriyanto.

Sinar Mas Agribusiness and Food, lanjut Supriyanto, mengedepankan sinergi dengan para pemangku kepentingan di area operasional. Langkah sinergi ini misalnya tercermin melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Program yang berlangsung di Pulau Sumatera dan Kalimantan sejak 2016 ini membekali 105 desa rentan karhutla dengan pelatihan pencegahan kebakaran, infrastruktur dasar pemadaman kebakaran, serta sosialisasi dan implementasi proses peringatan dini untuk menghadapi risiko kebakaran.

Menurut Supriyanto, kerja sama yang terjalin baik antara perusahaan dengan masyarakat dapat memperkuat komitmen bersama terhadap pencegahan karhutla. Sejak 1997, Sinar Mas Agribusiness and Food telah menerapkan kebijakan anti-bakar untuk pembukaan lahan yang diperkuat dengan komitmen anti-kegiatan di lahan gambut (No Peat) pada tahun 2010. Supriyanto menilai, berkat kolaborasi yang apik dengan pemangku kepentingan, manfaat baiknya pun dapat terasa hingga saat ini.

“Pada 2022 lalu, sebanyak 99,96 persen kawasan kelola perusahaan terbebas dari karhutla. Kita bersama-sama berupaya mempertahankan dan meningkatkan torehan tersebut. Sinergi yang baik melalui berbagai program harus kita jaga bersama, bukan hanya di area perusahaan, tetapi juga di seluruh wilayah rentan kebakaran. Karhutla hanya akan menimbulkan dampak buruk bagi sosial, lingkungan, dan ekonomi,” ungkapnya.

Penerapan teknologi

Sinar Mas Agribusiness and Food memadukan upaya-upaya konvensional dan teknologi mutakhir dalam mencegah ancaman karhutla. Upaya ini didukung oleh sekitar 10.000 orang yang tergabung dalam tim KTD, yang terdiri dari karyawan perusahaan dan masyarakat siaga api (MSA) binaan perusahaan. Mereka memiliki tugas masing-masing: ada yang bertugas di lapangan untuk melakukan patroli dan penanggulangan karhutla secara langsung, ada pula yang memantau kondisi ancaman karhutla dari ruang kontrol.

Memperkuat pengawasan karhutla salah satunya dilakukan melalui aplikasi digital GeoSMART Fire-Hotspot Monitoring Site. Aplikasi ini mampu memberikan informasi deteksi titik panas tiga kali lebih cepat dari proses semi-otomatis sebelumnya. GeoSMART dikembangkan sejak 2021, digunakan sejak awal 2022, dan terus diperbarui fiturnya hingga kini. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi satelit NOAA, VIIRS, SUOMI, dan MODIS yang diakses otomatis dari situs SiPongi-KLHK dan atau LAPAN.

Menurut Supriyanto, penggunaan sistem aplikasi GeoSMART telah dikembangkan secara otomatis untuk mendeteksi titik panas hingga radius dua kilometer di luar area konsesi perusahaan. Keunggulan GeoSMART bukan hanya terletak pada cakupan areanya yang luas, tetapi juga kecepatan aplikasi ini dalam menerima dan mengolah sinyal deteksi titik panas. Kecepatan penerimaan dan pengiriman informasi sangat berpengaruh terhadap upaya pencegahan karhutla.

Sebelumnya, tanpa aplikasi GeoSMART, sinyal titik panas baru dapat diterima 12 jam sekali, atau 2 kali sehari. Melalui penggunaan aplikasi GeoSMART, sinyal titik panas dapat diterima 4 jam sekali, atau 6 kali sehari. Efisiensi ini membuat respons tim KTD juga menjadi lebih cepat. GeoSMART merupakan salah satu upaya dalam manajemen terpadu pencegahan karhutla Sinar Mas Agribusiness and Food.

“GeoSMART bukanlah satu-satunya cara kami mengembangkan teknologi sistem peringatan dini. Kami juga melakukan pemutakhiran peta rawan kebakaran lahan, sistem peringkat bahaya kebakaran atau fire danger rating system, serta deteksi taktis kejadian kebakaran lahan melalui patroli rutin, pantauan menara api, dan teknologi CCTV deteksi kebakaran lahan,” jelas Supriyanto.

Ia juga menjelaskan, pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas petugas belum cukup untuk mengantisipasi karhutla jika tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai. Menurutnya, Sinar Mas Agribusiness and Food terus melengkapi sarana dan prasarana pencegahan karhutla. Hingga saat ini perusahaan memiliki 172 embung air, 163 menara api, 176 kendaraan angkut personel, 269 kendaraan patroli, 115 truk pemadan kebakaran, 307 pompa jinjing, dan 141 pompa induk.

“Berdasarkan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, pihak perusahaan juga diwajibkan berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di sekitar wilayah operasionalnya. Oleh karena itu kami selalu siap berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan area bebas karhutla,” tandas Supriyanto. ***

Tags: Sinar Mas Agribusiness and FoodSinarmas
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Raih Kesempatan Belajar dan Berkarier bersama Beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food 2024

...

Read moreDetails

Dari Limbah Menjadi Rupiah: Kisah Inspiratif Bank Sampah Binaan Sinar Mas Agribusiness and Food

Budi memetik biji kopi liberica di pekarangan rumahnya. Berkat pendampingan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food, jumlah pohon kopi yang kini dibudidayakan telah lebih dari 2.000 pohon.

Membangkitkan Aroma Liberica di Negeri Seribu Parit

Tim Fire & Peat Management Sinar Mas Agribusiness and Food melakukan pengawasan rutin terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui aplikasi GeoSMART. Aplikasi ini dapat mendeteksi sebaran titik panas (hotspot) secara cepat, hingga radius 2 kilometer di luar area konsesi perusahaan.

Cegah Karhutla, Sinar Mas Agribusiness and Food Kembangkan Aplikasi GeoSMART

Soal COVID-19, NGO: Tutup Pabrik IKPP 

Next Post

Demi Moral Konstitusional, Orang Rusia Tak Boleh Lagi Ganti Kelamin

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.