• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sekdaprov Riau Dorong OPD Harus Mampu ‘Kendalikan’ Cabai dan Ayam

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Januari 2024
ketahanan pangan

Sekdaprov Riau, SF Hariyanto (Foto: mcr)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Riau, didorong untuk memperkuat sektor pangan, dan diharapkan jadi fokus utama dalam program kerja mereka yang baru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, SF Hariyanto menegaskan, ketahanan pangan merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat.

Sektor ini tak hanya menjadi benteng pertahanan dalam kemandirian ekonomi masyarakat, tapi juga menjadi indikator penting dalam upaya menjaga stabilitas inflasi di Riau.

Namun, tantangan terkait pasokan beberapa komoditas pangan, seperti cabai dan ayam, membuat Riau menjadi sorotan berulang kali, karena melonjaknya inflasi.

“Jujur, kita harus cepat menyelesaikan masalah ini, khususnya komoditi cabai dan ayam. Saya mendorong kepada dinas terkait untuk membuat program unggul untuk mengatasi masalah ini,” kata Sekda di Pekanbaru, Rabu, 3 Januari 2024.

Dia menambahkan, kedua komoditi tersebut hanya sebagian kecil dari contoh komoditi yang sensitif terhadap inflasi. “Belum lagi soal daging, beras, dan komoditi pangan lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, Riau harus berkaca dengan Provinsi Jawa Barat, yang tangguh dalam hal ketahanan pangan. Bahkan hasil panen petani cukup memenuhi kebutuhan 50 juta penduduk di sana, termasuk mampu menyuplai kebutuhan pangan untuk DKI Jakarta.

“Di Jawa Barat itu bahkan sudah ada rumah sakit hewan. Nah, Riau, jumlah penduduk kita juma 6 juta jiwa, masa kita tak bisa mewujudkan itu,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Sekda menegaskan, program unggulan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, telah lama ditunggu masyarakat. Saat ini Riau hanya mampu memenuhi sekitar 40% kebutuhan pangan masyarakatnya, sisanya 60% disuplai dari provinsi tetangga.

Sebagai gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Riau inflasi sebesar 2,50% secara year on year dengan indek harga konsumen sebesar 116,90—rangkuman inflasi dari 3 kota di Riau.

Sepanjang Desember 2023, Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan mengalami inflasi, dengan angka inflasi tertinggi terjadi di Kota Dumai sebesar 2,78%, Pekanbaru 2,50% dan Tembilahan 1,53%.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi menjelaskan, penyebab utama Inflasi (yoy) karena kenaikan harga dalam kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,96%, diikuti oleh kelompok transportasi (2,92%), perawatan pribadi (2,17%).

Kenaikan juga terlihat pada penyediaan makanan/restoran sebesar 1,36%. Sedangkan kelompok perlengkapan rumah tangga mengalami deflasi 0,04%.

Adapun untuk komoditas seperti cabai merah, beras, rokok kretek, mobil, emas perhiasan, dan beberapa lainnya, menjadi kontributor dominan terhadap Inflasi.

“Sementara itu, pada tingkat bulanan, bawang merah, angkutan udara, tomat, emas perhiasan, bayam, dan ayam hidup menjadi pendorong utama kenaikan inflasi,” tambahnya.***

Tags: inflasiketahanan pangan
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Masih Tertekan Akibat Tingginya Eskalasi Geopolitik Timur Tengah
Ekonomi

Harga Emas Dunia Masih Tertekan Akibat Tingginya Eskalasi Geopolitik Timur Tengah

...

Read moreDetails
Harga Emas Diramalkan Sulit Bangkit, Ini Alasannya

Harga Emas Dunia Anjlok, Aksi Jual Saham Teknologi Jadi Pemicu

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3,3%, OJK: Sektor Keuangan Tetap Stabil

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

Pengendalian Inflasi Pangan, TPID Riau Lakukan Gerakan Taman 100 Ribu Cabai

Pengendalian Inflasi Pangan, TPID Riau Lakukan Gerakan Taman 100 Ribu Cabai

Next Post
jalan tol riau sumbar

HK Targetkan Jalan Tol Sumbar - Riau Terhubung di Tahun Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.