Plin-plan Soal Larangan Mudik, Pengamat: Syamsuar Tak Punya Konsep, Ini Aklibat Adopsi Kebijakan

Sabtu, 01 Mei 2021 17:28
Plin-plan Soal Larangan Mudik, Pengamat: Syamsuar Tak Punya Konsep, Ini Aklibat Adopsi Kebijakan
Gubernur Riau Syamsuar. (Istimewa/Diskominfotik Riau)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Sikap Gubernur Riau Syamsuar yang plin-plan terkait kebijakan larangan mudik lokal saat Lebaran Idul Fitri 1442 H/2021, menuai kekecewaan dari masyarakat. 

Sikap seperti ini menandakan bahwa Syamsuar sebagai kepala daerah tak memiliki konsep yang jelas dalam menentukan arah kebijakan, sehingga hanya mengadopsi kebijakan pusat. Padahal untuk pengaplikasiannya belum tentu bisa disamakan.

Advertisement

Pandangan ini disampaikan oleh pengamat kebijakan publik M Rawa El Amady, Sabtu, 1 Mei 2021. “Di satu sisi dia (Syamsuar) ingin menerapkan apa yang ada di pikirannya yang menurutnya baik, namun di sisi lain ‘mungkin ditekan’ instansi di atasnya agar menerapkan standar Covid secara benar,” tuturnya.

Sebelumya penerapan kebijakan larangan mudik di Riau berlaku hanya untuk aktivitas perjalanan antar provinsi, dan mudik lokal di perbolehkan. Namun kebijakan itu diklarifikasi oleh Syamsuar dengan menyebut tidak boleh ada mudik lokal, artinya kebijakan ini berlaku menyeluruh.

Baca: Belum Rampung, Pemprov Riau Akan Tambah Dana untuk Penyelesaian Mesjid Raya di Rumbai

BACA JUGA:  Syamsuar Bicara Soal Melayu dan Islam

Tak lama setelah itu, Syamsuar kembali merevisi bahwa mudik lokal boleh dilakukan dengan alasan memberikan kelonggaran kepada mahasiswa untuk pulang kampung. Namun kebijakan ini kembali ditarik [mudik lokal di larang] dengan alasan tingginya angka kasus penyebaran Covid-19.

“Dari hal ini dapat dilihat bahwa kebijakan yang dikeluarkan Syamsuar inkonsistensi [tidak konsisten]. Sedangkan dia adalah pimpinan tertinggi. Publik menunggu keputusan yang benar. Tapi, kan yang terjadi sikap plin-plan,” kata Rawa El Amady.

Dia menilai, hal tersebut jelas karena Gubernur Riau tidak memiliki dasar yang jelas dalam menerapkan kebijakan larangan mudik lebaran, termasuk tidak ada konsep yang jelas dalam upaya penanganan Covid-19 di Riau.

Alhasil, kebijakan yang diambil tak lebih dari kebijakan adopsi di mana hanya merujuk pada instruksi. 

“Makanya dia [Gubernur Riau] plin-plan karena tidak punya argumen kepada pihak kepolisian dan pemerintah pusat bahwa Pemprov Riau punya rencana untuk mengatasi Covid di Riau. Artinya hanya mengandalkan program pusat tanpa ada program daerah yang sistematis,” tegasnya. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 08 Mei 2021 14:15

Pemprov Riau Disebut Belum Serius Tangani Covid-19

Covid-19, Riau, Anggaran, FITRA

Sabtu, 08 Mei 2021 13:39

Jepang Perpanjang Situasi Darurat

Jepang, Tokyo, Covid-19

Sabtu, 08 Mei 2021 13:05

PKS Desak Jokowi Galang Dukungan dan Kecam Israel

Palestina

Sabtu, 08 Mei 2021 13:03

Siap-siap Mi Pad 5 Segera Meluncur, Intip Dulu Spesifikasinya ya…

Mi Pad 5, Teknologi, Xiomi

Sabtu, 08 Mei 2021 11:48

Poros Partai Islam Akan Membelah Politik Identitas di Pilpres 2024

Partai Islam, Pilpres 2024

Sabtu, 08 Mei 2021 11:31

HK Targetkan 550 KM Tol Trans Sumatera Rampung di 2023

Tol Trans Sumatera

Sabtu, 08 Mei 2021 10:49

Kadiskes Riau: Ruang ICU Makin Menipis

Covid-19, ICU, Rumah Sakit