Peduli Banjir, Perisai Salurkan Bantuan ke Desa Buluh Cina

Senin, 22 Februari 2016 09:53

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Setelah mengumpulkan dana masyarakat pekan lalu, komunitas pengendara motor Honda CB150R, Pekanbaru Riders of Streetfire (Perisai) menyalurkan bantuan tersebut untuk masyarakat korban banjir di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.

Ketua Perisai, Muhammad Iqbal, mengatakan dipilihnya desa ini sebagai lokasi penyaluran bantuan karena situasi banjir yang cukup tinggi beberapa waktu lalu.

“Kami melihat situasi banjir kemarin di desa ini cukup parah. Karena itu kami menyalurkan bantuan untuk masyarakat berupa sembako seperti beras, mi instan, gula, minyak goreng, telur, kopi, sarden, dan baju layak pakai,” katanya usai menyerahkan bantuan di Desa Buluh Cina, Ahad (21/2/2016).

Iqbal mengatakan bantuan yang telah disalurkan itu berasal dari dana yang digalang di masyarakat pada pekan lalu, ditambah dengan sumbangan tiap anggota Perisai.

Baca: Daihatsu Bagi-bagi Doorprize di Weekend Sale

Pembagian bantuan ini bagi masyarakat setempat, diserahkan sepenuhnya oleh Perisai kepada aparatur Desa Buluh Cina, agar barang bantuan itu diterima langsung oleh masyarakat yang menjadi korban banjir.

Sementara itu Kepala Desa Buluh Cina, Ralis alias Toro menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh anggota Perisai yang telah menyalurkan bantuan untuk masyarakat desanya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Perisai, karena saat ini masyarakat kami memang sangat membutuhkan bantuan setelah direndam banjir hampir 3 minggu terakhir,” katanya.

Toro menambahkan di desa itu terdapat empat dusun dengan total kepala keluarga sebanyak 450 dan jumlah penduduk sebanyak 1.662 jiwa.

Saat bencana banjir mulai merendam desa itu tiga pekan lalu, air mulai menggenangi wilayah tersebut hingga tinggi air mencapai 3 meter. Masyarakat mengalami kerugian seperti keramba ikan hanyut, ternak mati, kebun karet, sawit, padi, dan bawang pun mati karena terlalu lama terendam air.

Meski sempat surut, air kembali tinggi pekan lalu dan menyebabkan aktifitas keseharian masyarakat menjadi lumpuh, untuk bergerak harus menggunakan perahu atau sampan kayuh.

Hingga saat ini uluran tangan dari berbagai donatur terus berdatangan, dan aparatur desa sudah lebih dari empat kali membagikan bantuan yang diterima itu kepada seluruh masyarakat yang ada. (iqbal/rls)