7 Desa di Kampar tidak Diperhatikan Pemerintah

Senin, 22 Februari 2016 10:14

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Tidak hanya 4 desa yang terisolir di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Ada 7 desa di kecamatan itu yang saat ini sangat memprihatinkan. Ke 7 desa itu adalah Desa Deras Tanjak, Lubuk Bigau, Kebun Tinggi,Pangkalan Kapas, Tanjung Permai dan Desa Tebing Tinggi.

Ketua Persatuan Anak Negeri Pangkalan Kapas (Pangkas), Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Arika Harmon, menjelaskan secara rinci tentang kondisi masyarakat di desa ini.

“Kami merasa tidak dipedulikan. Baik oleh Pemerintah Kabupaten Kampar, maupun Pemerintah Provinsi Riau,” katanya kepada bertuahpos.com.

Dia menambahkan, karena kurangnya fasilitas, sarana dan prasarana di desa ini. Jalan poros utama di 7 desa rusak parah, bahkan hinga ke perbatasan Sumatra Barat. Kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, tanpa semenisasi dengan jalur lintas yang curam, membuat ribuan masyarakat di desa itu terpaksa harus menjalani kehidupan seadanya.

Baca: Diskominfo Rohul Raih Juara III Anugerah KIP KI Award 2018

Menurut Arika, masalah infrastuktur adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat di desa ini kesulitan ekonomi.

Bertuahpos.com bersama rekan media lainnya menelusuri jalur itu sejauh 84 kilometer. Dimulai dari simpang masuk Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, hanya lebih kurang 5 kilo meter mengemudi di jalan beraspal saat masuk, setelah itu hingga ke Desa Lubuk Bigau,  jalan curam dan terjal tanpa ada semenisasi harus dilintasi masyarakat desa ini.

Selain itu, banyak juga kondisi jembatan, sebagai jalur utama masyarakat untuk beraktifitas, yang terbuat dari kayu belum dilakukan box coulver. Di saat musim hujan berkepanjangan seperti ini, ke 7 desa itu sangat terisolir. Jembatan lapuk ambruk, badan jalan tertimbun akibat longsor, berlumpur dan berlubang.

Misalnya saja, pada saat musibah banjir yang menghantam pada bulan November 2015 lalu. Sebanyak lebih kurang 22 titik longsor di sepanjang jalur itu, harus memutuskan akses masyarakat.

Arika menyebutkan, sudah sejak lama, masyarakat di desa tersebut meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kampar dan Pemerintah Provinsi Riau agar dilakukan perbaikan. Tapi sampai saat ini harapan masyarakat tidak terealisasi secara baik.

“Kami sebagai masyarakat tidak pernah menuntut banyak kepada pemerintah. Asal jalan di kampung kami bagus, itu sudah cukup. Akses perekonomian masyarakat akan hidup kembali. Kalau seperti ini, bagaimana perekonmian masyarakat bisa tumbuh. Jutru semakin terpuruk,” ujar Husni, salah seorang warga Tajung Karang, Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Penulis: Melba