• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengamat Soroti Tindak Lanjut Audit KPK soal Dugaan Gratifikasi Amdal, UKL dan UPL di DLHK Riau

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
29 September 2024
Pengamat Soroti Tindak Lanjut Audit KPK soal Dugaan Gratifikasi Amdal, UKL dan UPL di DLHK Riau

Pengamat lingkungan Dr Elviriadi.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pengamat lingkungan dari Riau, Dr Elvriadi, mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi Riau terkait belum adanya tindak lanjut audit bersama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemprov Riau mengenai dugaan gratifikasi terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Upaya Kelola Lingkungan (UKL), dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).

Selain itu, ia menyoroti keterlibatan sejumlah pihak yang saat ini menduduki posisi strategis di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau.

Elvriadi mengungkapkan, begitu mendapatkan informasi terkait dugaan gratifikasi tersebut, ia langsung berupaya menghubungi Penjabat (Pj) Gubernur Riau untuk meminta klarifikasi. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan, baik secara lisan maupun tertulis.

“Kami menyayangkan keputusan Pj Gubernur yang tidak meneliti lebih dahulu calon-calon yang diusulkan sebagai Plt Kepala Dinas LHK. Jika publik sudah mengetahui adanya masalah pada calon Plt tersebut, maka Pj Gubernur seolah sedang menabur angin dan akan menuai badai,” ujar Elvriadi.

Menurutnya, jika hal ini tidak segera dievaluasi, bukan tidak mungkin akan muncul ‘bola panas’ yang menyerang Pj Gubernur akibat keputusan yang kurang hati-hati. Ia menekankan bahwa isu lingkungan dan kehutanan di Riau sangat krusial, terutama terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), konflik lahan, serta kerusakan daerah aliran sungai (DAS).

“Sebagai ahli lingkungan dan putra daerah Riau, saya sangat prihatin dengan keputusan gegabah ini. Jangan heran jika nantinya Pj Gubernur Rahman Hadi bisa terseret dalam kasus Amdal yang tak jelas ini. Saya bahkan sudah menghubungi KPK RI beberapa waktu lalu,” tambah Elvriadi.

Ia juga menilai bahwa Pj Gubernur berpotensi dimintai keterangan, minimal sebagai saksi, oleh penyidik KPK jika tidak berhati-hati. Hal ini mengingat Kepala Inspektorat Riau, Sigit, telah menyatakan bahwa kasus dugaan gratifikasi terkait Amdal di DLHK Riau sudah dilimpahkan ke KPK.

Kontroversi ini mencuat setelah Pemerintah Provinsi Riau menunjuk seorang pejabat yang diduga terlibat dalam gratifikasi untuk menduduki posisi strategis di DLHK Provinsi Riau. Sebelumnya, KPK telah merekomendasikan kepada Pemprov Riau untuk melakukan audit investigasi bersama terkait dugaan ini.

Dari informasi yang beredar, nama Alwamen, Kepala Bidang Perubahan Iklim, Pengelolaan Limbah Padat Domestik, dan Peningkatan Kapasitas DLHK Riau, disebut-sebut sebagai pejabat yang ditunjuk sebagai Plt Kepala DLHK Riau.

Penunjukan ini dilakukan menyusul pengisian jabatan sementara akibat tiga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Riau yang ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) kepala daerah di beberapa kabupaten/kota.

Hasil audit sementara mengindikasikan adanya penyimpangan terkait penerimaan gratifikasi dalam pengurusan Persetujuan Teknis (Pertek) dan Izin Lingkungan. Dugaan gratifikasi ini diduga melibatkan sejumlah pejabat, termasuk Kepala Dinas LHK Riau dan Kepala Bidang Penaatan dan Penataan Lingkungan Hidup yang juga merupakan Sekretaris Komisi Pengurusan Izin Lingkungan.***

Tags: lingkunganRegional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Next Post
Ekonimi Riau 2024

Pemprov Riau Sudah Ajukan 5 Calon Pengganti SF Hariyanto di Posisi Sekdaprov Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.