COVID-19 Belum Selesai, Juli-Agustus Riau Waspada Karhutla

Senin, 06 Juli 2020 14:33
COVID-19 Belum Selesai, Juli-Agustus Riau Waspada Karhutla
Gubernur Riau Syamsuar setelah rapat koordinasi Karhutla di Aula Menara Dang Merdu, Pekanbaru. (Foto: Melba / Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak awal sudah memprediksikan agar Riau waspada Karhutla pada Juli-Agustus 2020. Pada masa ini Riau sudah memasuki musim panas dan upaya pencegahan dan penanganan sudah harus dilakukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger sebut peringatan ini juga sudah ditegaskan oleh BMKG pada saat rapat koordinasi di Jakarta beberapa waktu lalu. Posisi Riau sangat dikhawatirkan mengingat dari pengalaman sebelumnya Riau selalu menjadi sorotan dalam hal persoalan asap dan Karhutla.

Advertisement

BMKG sudah menegaskan kepada kita untuk waspada pada Juli pertengahan sampai Agustus nanti. Karena sekarang Riau sudah memasuki musim panas. Itu juga sudah ditegaskan pada Rakor sebelumnya di Jakarta, agar Riau waspada Karhutla,” katanya, Senin, 06 Juli 2020.

Dia menambahkan, diantara langkah yang dilakukan, BPBD Riau sudah melayangkan surat ke BNPB agar teknik modifikasi cuaca atau TMC bisa segera dilakukan kembali. Edwar menyebut TMC pada tahap pertama dan kedua sudah dilakukan. Saat ini TMC tahap ketiga untuk menekan kasus Karhutla di Riau.

Baca: Peringatan Dini BMKG: Berikut Luasan Hujan Sore ke Malam Ini

Riau Waspada Karhutla

Kepala BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger saat wawancara dengan media di Pekanbaru. (Foto: Melba / Bertuahpos)

Dalam Rakor ini, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan penekanannya lebih kepada pencegahan daripada penanganan. Seluruh satgas telah diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik terhadap penanganan dan bisa bekerja sesuai dengan perencanaan. “Kami sudah tekankan itu kepada Kabupaten dan Kota paling tidak sampai September kita harus tetap waspada,” ungkapnya.

Dia menambahkan, yang perlu ditekankan yakni langkah koordinasi harus diperkuat dan intensif. Penanganan Karhutla di Riau harus dilakukan secara komprehensif dan masif, namun tidak mengabaikan masalah lain yang dihadapi Riau saat ini (COVID-19). (bpc3)