• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ketidaksingkronan Vaksin Mandiri dan Program Vaksin Pemerintah

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
28 Februari 2021
vaksin nusantara

Ilustrasi vaksin. (kompas.com)

103
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ada ketidaksingkronan antara program vaksin mandiri dengan program vaksin pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh Epidemiolog asal Griffith University Australia Dicky Budiman.

Dia mengatakan hal ini karena vaksin mandiri akan diberikan pada kelompok yang entitasnya pegawai dan bukan kelompok masyarakat yang rawan, yang menjadi tujuan program vaksinasi gratis pemerintah. 

“Bergantung orang itu bekerja di perusahaan (yang mendaftar vaksin) atau enggak, Nah itu yang tidak selaras,” kata Budi dalam acara diskusi virtual yang digelar LaporCovid, Sabtu 27 Februari 2021.

Dicky menegaskan tujuan program vaksinasi adalah mengurangi angka penularan dan kematian dengan cara melindungi kelompok masyarakat yang memiliki risiko infeksi atau terdampak Covid-19 yang tinggi.

Dicky menyebut kelompok terdampak adalah tenaga kesehatan, lansia dan orang-orang yang memiliki komorbiditas, seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Sabtu, 27 Februari 2021.

“Fokusnya untuk menyelamatkan semakin banyak nyawa. Orang-orang yang beresiko, bukan orang yang bekerja di institusi, yang di pabrik,” terang Dicky.

Dicky juga menyinggung kewajiban pemerintah untuk menyediakan kesetaraan vaksin, karena vaksin adalah untuk kesehatan publik bukan sebagai barang ekonomi.

“Pandemi (adalah) global high crisis, kesehatan masyarakat yang harus direspon dengan public health intervention. Fokusnya pada tindakan preventif, pencegahan, baru ditunjang dengan kuratif, rehabilitatif.” tegasnya.

Senada, ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati, yang juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut mengutarakan kualitas program vaksinasi pemerintah bisa berkurang kualitas dan pelaksanaannya akibat vaksinasi mandiri.

Dia juga menyebut vaksinasi gotong royong yang tidak terjangkau kelompok yang tidak mempunyai uang. “Orang-orang dalam kondisi miskin, marjinal, minoritas dan lain-lain harus dapat sesuatu yang lebih. Kalau kesempatannya sama, perlakuannya sama padahal posisi dan latar belakangnya berbeda itu diskriminasi,” ujarnya.

Seperti diketahui vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong secara resmi telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 yang terbit pada Rabu, 23 Februari 2021.

Dalam pernyataannya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan vaksinasi mandiri adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan atau buruh yang pendanaannya ditanggung perusahaan.

Sementara vaksin program memprioritaskan para tenaga kesehatan, pekerja di ruang publik, termasuk pedagang dan guru.

Pemerintah sendiri menegaskan bahwa jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi mandiri/gotong-royong berbeda dari vaksinasi program. Selain itu, pemerintah menjamin fasilitas kesehatan yang digunakan dalam vaksinasi program tidak boleh digunakan oleh vaksinasi mandiri. (bpc2)

Tags: epidemiologkesehatanvaksin mandiri
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

RSUP Pekanbaru Disiapkan Jadi Pusat Wisata Medis Sumatera
Regional

RSUP Pekanbaru Disiapkan Jadi Pusat Wisata Medis Sumatera

...

Read moreDetails
Pemprov Riau Rekrut 90 Perawat BLUD, Pendaftaran Dibuka Pekan Depan

Pemprov Riau Rekrut 90 Perawat BLUD, Pendaftaran Dibuka Pekan Depan

Susu Fermentasi Kambing Diuji Klinis untuk Atasi Anemia Remaja

Susu Fermentasi Kambing Diuji Klinis untuk Atasi Anemia Remaja

1.051 Temuan Baru, Kasus HIV di Riau Melonjak

1.051 Temuan Baru, Kasus HIV di Riau Melonjak

drh Tangguh Pitona: Rabies Termasuk Penyakit Mematikan

drh Tangguh Pitona: Rabies Termasuk Penyakit Mematikan

Pekanbaru Masih Duduki Puncak Tertinggi Kasus HIV di Riau

Pekanbaru Masih Duduki Puncak Tertinggi Kasus HIV di Riau

Next Post

Tagar Miras Masih Trending Hingga Minggu Pagi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.