Tahan Amarah, dan Jadilah Orang yang Pemaaf

Senin, 08 Juni 2020 21:10
Tahan Amarah, dan Jadilah Orang yang Pemaaf

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Seorang muslim mestilah harus menjadi pribadi yang mampu menahan rasa marahnya. Tidak hanya itu, seorang muslim juga harus mampu memberikan maaf kepada orang yang menyakitinya.

“Janganlah marah. Tahanlah marah. Karena, dengan perkara kecil saja, bisa berakibat besar jika dihadapi dengan rasa marah,” jelas Ustaz Nazril Abdul Muluk di Pekanbaru.

Advertisement

“Sebagai contoh, ada seorang suami yang menyantap makanan isterinya. Namun, rupanya sambalnya terlalu pedas. Marahlah dia, keluarlah kata-kata yang tak seharusnya. Isterinya juga menjadi marah, dan terjadilah perdebatan yang bisa berujung perceraian. Padahal, hanya karena masalah sambal. Oleh karena itu, janganlah cepat marah,” tambah dia.

Dalam suatu hadist, Rasulullah SAW bahkan memberikan nasihat kepada sahabat agar selalu menahan amarahnya.

Baca: Imbauan MUI : Hindari Bersalaman dan Saling Mengunjungi Saat Lebaran Idul Fitri

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR: Bukhari). (bpc2)

Artikel ini adalah intisari khutbah jumat Ustaz Nazril Abdul Muluk dalam khutbah Jumatnya di Masjid Daarul Abrar, Kota Pekanbaru, Jumat 20 Juli 2018