Inilah Keunikan Masjidil Haram Jelang Salat Berjemaah

Sabtu, 15 Februari 2020 06:03
Inilah Keunikan Masjidil Haram Jelang Salat Berjemaah

BERTUAHPOS.COM – Masjidil Haram jauh dari kata sepi. Suasananya selalu berganti. Selalu ada orang yang datang kesana untuk berserah diri, bermunajat kehadirat ilahi, pagi, siang maupun malam hari.

Informasi Terkait Lainnya

Advertisement

Tanah yang menyimpan kisah jejak para nabi ini selalu dirindu dan menjadi tempat beradu, meminta petunjuk atas keraguan antara pilihan, memohon ampun atas dosa serta kekhilafan, termasuklah tempat meminta segala harapan, berharap yang terbaik untuk kehidupan.

Pemandangan yang kerap dilihat mata, Masjidil Haram selalu ramai, ada saja orang yang duduk walau bersantai di luar area sujud.

Baca: Inilah 3 Nikmat Allah, Nikmat Pertama yang Banyak Dipilih Manusia

Sedangkan pusat keramainnya terdapat di lokasi intinya yakni Ka’bah. Selalu saja ada orang yang tawaf sambil berdoa. Berikut ini adalah tiga keunikan masjid suci menjelang shalat berjamaah lima waktu, seperti dikutip dari Ihram.co.id:

Pusat perbelanjaan tutup sementara

Ketika azan berkumandang, area pusat perbelanjaan akan langsung tutup. Para penjaganya akan membentuk shaf di depannya atau berjalan mendekati Masjid Suci untuk shalat berjamaah. Setelah shalat berjamaah selesai, toko-toko di sekitarnya akan kembali buka dan melayani para pembeli.

Ada ratusan toko di sekitar Masjid al-Haram. Semuanya berjejer di dalam area gedung Zamzam tower, Gedung Jabal Omar, dan sekitarnya. Ada yang menyediakan jajanan kuliner, aksesoris, pakaian, hingga toko serba ada.

Tawaf berhenti

Petugas keamanan (askar)biasanya akan langsung menghentikan tawaf dan mengarahkan jamaah untuk duduk membentuk shaf. Mereka biasanya duduk mendengarkan kumandang azan khas Masjid alHaram yang merdu. Sebagian lainnya akan membentangkan karpet khusus untuk imam shalat.Pemimpin shalat adalah orang pilihan dari kalangan ulama.

Meski di luar masjid, masyarakat sekitar berusaha tetap berjamaah

Ini sesuatu yang unik sekali. Jamaah yang berada puluhan, bahkan ratusan meter dari Masjidil Haram terlihat membentuk shaf dan mendirikan shalat dengan menginduk kepada masjid tersebut. Mereka mendengarkan suara imam dari pengeras suara yang terdengar jernih. Setelah membaca surat dalam Alquran, imam bertakbir, tanda melaksanakan rukuk. Mereka pun melaksanakan yang sama.

(bpc3)