Kebijakan Haji dari Pemerintah Saudi Perlu Diskapi Serius

Jumat, 14 Februari 2020 14:34

BERTUAHPOS.COM – Soal kebijakan Pemerintah Arab Saudi menghapuskan sistem zonasi di Mina dan menaikkan harga service di Armina perlu disikapi serius oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpih) Anton Subekti, mengatakan, jika sistem zonasi itu dihapuskan oleh Pemerintah Arab Saudi, akan terjadi chaos yang membuat ketidaknyamanan terhadap penyelenggaraan haji reguler diselenggarakan Kemenag dan haji khusus yang diselenggarakan swasta.

Baca: Paket Umrah 2020 Bergaransi dan Dijamin Berangkat

Terkait hal ini, dia menyarankan pemerintah dan asosiasi penyelenggara haji kompak melobi Arab Saudi untuk menyampaikan keberatan terkait kebijakan tersebut. “Kalau sistem zonasi itu dihapuskan, akan jadi perebutan bebas dengan negara lain yang sama-sama menyelenggarakan haji,” katanya, seperti dikutip dari ihram.co.id.

Baca: Terbitkan Peraturan Tarif Sertifikasi Halal, Ini Klarifikasi Kemenag

Anton menuturkan, selama ini jamaah haji khusus Indonesia yang di area Majr Al Kabs, tepatnya di pinggir Jamarat, tidak akan menempati tempat itu lagi jika sistem zonasi dihapus. Karena.

Pemerintah Saudi akan menjual zonasi tersebut ke negara-negara yang siap beli dengan harga tinggi. “Jiakalau dihapuskan berarti kapitalis, artinya siapa yang berani bayar mahal dapat yang dekat dan yang murah bisa di belakang,” katanya.

Baca: Kembali ke Ka’bah, Niscaya Resah dan Gelisah akan Musnah

Dia mengatakan, banyak sekali persoalan regulasi yang terjadi di Arab Saudi yang masih butuh pendekatan dan membutuhkan langkah bersama dari semua asosiasi dan pemerintah.

Oleh karenanya, peran kerja sama pemerintah dan semua asosiasi untuk menolak kebijakan Saudi yang dinilai memberatkan para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Yang dimaksud bersatu pengertiannya dalam hal ini untuk menghadapi berbagai macam persoalan besar. Jadi, asosiasi perlu bersatu menyikapi persoalannya bukan bersatu asosiasinya dilebur jadi satu,” katanya. (bpc3)

Berita Terkini

Selasa, 25 Februari 2020 16:34

Anak WNI Eks ISIS Dipulangkan ke Tanah Air

NASIONAL

Selasa, 25 Februari 2020 15:18

Persiapkan Siswa, SMA PGRI Pekanbaru Gelar Simulasi UNBK

SEKOLAH

Selasa, 25 Februari 2020 14:16

Makin Pedas! Harga Cabai di Pekanbaru Rp54.000 Sekilo

BAHAN POKOK

Selasa, 25 Februari 2020 13:34

Harga Mobil Great Corolla Bekas Tahun 1995

OTOMOTIF

Selasa, 25 Februari 2020 12:41

Satu Lagi Penumpang Diamond Princess Meninggal Dunia

INTERNASIONAL

Selasa, 25 Februari 2020 12:33

DPRD Kritik Sikap Pemko Pekanbaru Terhadap Pedagang STC

BUSINESS

Selasa, 25 Februari 2020 11:22

Demo STC: Pedagang Minta Tangguhan Waktu Hingga Lebaran

BUSINESS

Selasa, 25 Februari 2020 09:45

Korban Meninggal Akibat Corona Sudah 2.663 Jiwa

INTERNASIONAL