Joe Biden: Demokrasi Kian Rapuh

Minggu, 14 Februari 2021 14:32
Joe Biden: Demokrasi Kian Rapuh
Presiden AS Joe Biden. (India Today)

BERTUAHPOS.COM — Presiden Amerika Serikat Joe Bidan menilai bahwa demokrasi semakin rapuh. Pernyataan ini dia lontarkan sebagai respon terhadap lolosnya Donald Trump dari sidang pemakzulan kedua.

Biden lalu meminta kepada warga AS agar bersikap waspada dan berupaya keras untuk mempertahankan demokrasi.

Advertisement

“Bab menyedihkan dalam sejarah kita ini telah mengingatkan kita bahwa demokrasi itu rapuh,” ujar Biden, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu 13 Februari 2021) malam, dikutip The Guardian.

Biden mengatakan substansi dakwaan terhadap pendahulunya atas kerusuhan Capitol pada 6 Januari, di mana lima orang tewas, tidak menjadi perdebatan. Ia mencatat tujuh senator dari Partai Republik memvoting bersalah.

Baca: Uji Nuklir Korut Berhasil, AS, Jepang dan Korsel Waspada

BACA JUGA:  Trump: Faktanya, Pemilihan Ini Belum Usai

“Bahkan mereka yang menentang pemakzulan, seperti pemimpin minoritas Senat McConnell, percaya Donald Trump bersalah atas ‘kelalaian tugas yang memalukan’ dan ‘secara praktis dan moral bertanggung jawab untuk memprovokasi’ kekerasan yang terjadi di Capitol,” katanya.

Mengingat mereka yang berjuang untuk melindungi lembaga-lembaga demokrasi hari itu, ia menambahkan. “Babak menyedihkan dalam sejarah AS ini telah mengingatkan kita bahwa demokrasi itu rapuh. Bahwa itu harus selalu dipertahankan. Bahwa kita harus selalu waspada.”

“Masing-masing dari kita memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai orang Amerika, dan terutama sebagai pemimpin, untuk membela kebenaran dan mengalahkan kebohongan,” tambahnya.

Biden berbicara beberapa jam setelah mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi lolos dari sidang pemakzulan keduanya pada Sabtu 13 Februari 2021 Itu, setelah hasil pemungutan suara dalam sidang tidak mencukupi untuk memutuskan Trump bersalah, terkait dugaan dia sebagai pemicu kerusuhan Capitol Hill. 

Sebanyak 57 senator memutuskan Trump bersalah. Lainnya, 43 suara, memutuskannya tidak. Untuk dapat memakzulkan, diperlukan dua pertiga suara atau dari 67 senator AS. Hasil tersebut didapatkan setelah persidangan lima hari di Capitol Hill. (bpc2)

Berita Terkini

Selasa, 02 Maret 2021 10:56

Kenapa Harga BRIS Cenderung Melandai Setelah Dimerger?

Harga BRIS diperkirakan akan menanjak naik setelah kepemilikan saham publik ditambah.

Selasa, 02 Maret 2021 10:36

MUI Minta Perpres Miras Dicabut, Bertentangan dengan Fatwa

MUI secara tejas menolak Perpres investasi miras.

Selasa, 02 Maret 2021 10:17

KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Bintan, Sejumlah Dokumen Diangkut

KPK boyong dokumen pendukung yang berkaitan dengan dugaan korupsi cukai.

Selasa, 02 Maret 2021 09:49

Pemerintah Butuh 1,3 Juta ASN di 2021, Sejuta Diantaranya Guru

Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah membutuhkan 1,3 Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun 2021 ini

Selasa, 02 Maret 2021 08:45

MUI Riau: Investasi Miras akan Jadi Dosa Jariyah

“Dan ini adalah dosa jariyah bagi pemimpin yang melegalkannya, walaupun nanti pemimpin itu sudah tiada”

Selasa, 02 Maret 2021 07:32

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Bengkulu Pagi Ini

Gempa dengan skala 5,1 magnitudo mengguncang Bengkulu pagi ini

Selasa, 02 Maret 2021 06:01

Pesan Zainuddin MZ Soal Mabok-Mabokan: yang Mampus Bukan Elo Doang, Monyong!

Tapi judi, mabok, zina.. maksiat mas
Kalau ini negeri kebanyakan maksiatnya
Allah marah…

Selasa, 02 Maret 2021 05:00

Catatan 2 Maret: Kelahiran Dai Sejuta Umat, Zainuddin MZ

Zainudin MZ dikenal sebagai ‘Dai Sejuta Umat’ karena ceramahnya mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat

Senin, 01 Maret 2021 22:31

Soal Vaksinasi Pedagang, Jumlah Kuota Belum Ada, Pendataan Baru Akan Dimulai

Sejauh ini vaksinasi untuk para pedagang memang belum dilakukan.

Senin, 01 Maret 2021 20:45

Cari Biaya? Matangkan Rencana

Opini