Mengasah Potensi Diri dari Pramuka

Minggu, 05 Juli 2020 18:26
Mengasah Potensi Diri dari Pramuka

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Tak semua orang mampu mamanfaatkan organisasi untuk menghidupkan potensi dirinya. Lain halnya dengan Yasril, lelaki yang sudah makan tahun aktif Gerakan Pramuka di bilangan Rumbai Pesisir. Sejak ia berkenaln dengan organisasi berbaret coklat semasa Sekolah Dasar ini, Gerakan Pramuka sudah mendarah daging. Dari Gerakan Pramuka jugalah potensi diri yang terpendam justru bisa diasah.

Yasril yang kini masih tercatat sebagai penjaga sekolah pada sebuah Sekolah Dasar negeri di rayon Rumbai Pesisir Pekanbaru ini pernah membawa kontingen sekolahnya mengikuti even tari, higga sampai ke Malaysia. Membawa peserta lomba lukis dekoratif tingkat SD, atau even lomba bola kaki, kerap dilakukan.

Advertisement

“Ya itulah kak, mungkin karena kepercayaan pihak sekolah, kita mendapat amanah membawa anak didik mengikuti lomba tari, lukis, dan bola kaki,” kata Ysril yang kini lebih senang bertukang dan berkebun di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Gerakan Pramuka Riau.

Kata Yasril yang sudah memulai hidup mandiri berjualan donat dan roti Otoy di Pasar Pusat Pekanbaru ini, potensinya berkembang pesat sejak mulai mengenal Gerakan Pramuka.

Baca: Rela Lepas PNS Demi Kembangkan Bisnis

“Nah, Gerakan Pramuka membuat saya multy talenta, sehingga saya pun merasakan sendiri manfaatnya. Seperti menjadi instruktur tari daerah dan tari kreasi anak sekolah dasar, semuanya otodidak awalnya. Saat-saat jam sekolah usai, saya belajar tari dari tayangan youtube yang ditampilkan melalui infokus”, kenang Yasril yang punya anak didik dari berbagai kalangan profesi kini. Mulai dari dokter, pengacara, dan guru. “Hal itu ,membuat satu kebanggaan tersendiri bagi saya, karena anak didik saya sudah banyak yang jadi orang,” yakin Yasril.

Keberanian mencoba sesuatu yang baru adalah karakter dari Gerakan Pramuka. Sehingga, Yasril berani mencoba berbagai poekerjaan, termasuk membersihkan savety tank. Begitu juga saat di sekolah, walaupun sebagai penjaga sekolah, ia menjadi instruktur tari, dan desain.

“Kalau untuk aplikasi Corel Draw justru saya dapat dari seorang guru yang asyik membuat desain di sekolah. Saat jam sekolah usai, saya mulai mengingat-ingat yang pernah saya perhatikan”, kenang Yasil lagi. Memang semua atas izin Allah SWT, namun dari Gerakan Pramuka ia belajar memanfaatkan waktu dan kesempatan. Walaupun menurutnya sedikit terlambat, Yasril kini sudah dikarunia sepasang anak buah perkawinannya di tahun 2014 lalu. (bpc5)