• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Profesor Maritim UI: Cina Lebih Pandai Memanfaatkan Sejarah untuk Justifikasi Wilayah

Romi J. by Romi J.
18 Juni 2020
107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ahli sejarah maritim dari Universitas Indonesia (UI), Profesor Susanto Zuhdi menyebutkan negara Cina lebih pandai memanfaatkan sejarah untuk justifikasi kepemilikan suatu wilayah.

Contohnya, kata Susanto, adalah aksi Cina di Laut Cina Selatan selama ini, dan juga aksi Cina di Laut Natuna Utara awal tahun ini. Cina mampu memanfaatkan isu bahwa dua laut ini merupakan wilayah penangkapan ikan tradisional sebagai pembenaran menguasai wilayah tersebut.

“Dalam hal ini, Cina adalah negara yang paling pandai memanfaatkan sejarah sebagai justifikasi. Seperti di Laut Natuna itu,” kata dia dalam webinar bersama BPCB Kaltim, Kamis 18 Juni 2020.

Padahal, lanjut Susanto, jika merujuk ke sejarah maritim Indonesia, wilayah Natuna itu sudah lama dikuasai Indonesia, bahkan sejak zaman Kerajaan Majapahit.

“Majapahit itu, sudah lama disana,” tambah dia.

Dijelaskan Susanto, masyarakat yang saat ini dikenal dengan orang laut pada masanya adalah marinir Kerajaan Sriwijaya. Dan kehadiran mereka sudah lama berada di perairan Selat Malaka hingga Laut Natuna.

“Maka Indonesia jangan mau di bawah paradigma asing. Indonesia memiliki paradigma sendiri,” tutup dia. (bpc2)

Tags: CinajustifikasimaritimsejarahUI
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Jejak Perdagangan Global di Balik Azimat Kuno Riau yang Diselamatkan Museum Sang Nila Utama
Lifestyle

Jejak Perdagangan Global di Balik Azimat Kuno Riau yang Diselamatkan Museum Sang Nila Utama

...

Read moreDetails
Operasi Gigi Tertua di Dunia Ditemukan, Neanderthal Lakukan 59.000 Tahun Lalu di Siberia

Operasi Gigi Tertua di Dunia Ditemukan, Neanderthal Lakukan 59.000 Tahun Lalu di Siberia

Wisata Sejarah Istana Gunung Sahilan, Mengenal Jejak Kerajaan Melayu Tertua di Kampar Riau

Wisata Sejarah Istana Gunung Sahilan, Mengenal Jejak Kerajaan Melayu Tertua di Kampar Riau

Kanada Invenstasi Rp10,5 Triliun untuk Jaga Arktik dari Rusia dan China

Kanada Invenstasi Rp10,5 Triliun untuk Jaga Arktik dari Rusia dan China

Grand Egyptian Museum akhirnya dibuka di Giza. Presiden Mesir hadir. Museum modern ini menampilkan 57.000 artefak dan koleksi penuh Tutankhamun.

Grand Egyptian Museum Jadi Kompleks Arkeologi Terbesar Satu Peradaban

BRIN Ingatkan Potensi Tsunami di Selatan Jawa

BRIN Ingatkan Potensi Tsunami di Selatan Jawa

Next Post

Hari Ini, Positif COVID-19 Indonesia Bertambah 1,331 Kasus

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.