• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Subkelompok Makanan, Minuman dan Tembakau Sumbang Inflasi Riau Hingga 0,65%

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Februari 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil hingga 0,65% terhadap inflasi di Riau per Januari 2021.

“Dalam catatan terdapat peningkatan indeks dari 107,87 pada Desember 2020 menjadi 108,57 pada Januari 2021. Dari tiga subkelompok pada kelompok ini, semua subkelompok mengalami inflasi,” kata Kepala BPS Provinsi Riau Misparuddin, Senin, 1 Februari 2021.

Dia merincikan, untuk subkelompok makanan mengalami inflasi sebesar 0,69%, subkelompok rokok dan tembakau sebesar 0,65% dan subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,25%. 

Untuk kelompok bahan makanan, pada Januari 2021 memberikan andil inflasi sebesar 0,20%, di mana komoditas yang dominan memberikan inflasi, yaitu cabai rawit sebesar 0,07%.

Sedangkan udang basah dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,03%, kol putih, daging sapi, dan cabai hijau masing-masing sebesar 0,02%.

Lalu, ayam hidup, ikan tongkol, rokok kretek filter, tahu mentah, bawang merah, rokok putih, minyak goreng, kangkung, buncis, bayam, ikan asin teri, ikan nila dan rokok kretek masing-masing sebesar 0,01%. 

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu cabai merah sebesar -0,11% telur ayam ras sebesar -0,02 persen dan petai sebesar -0,01%.

Seperti diketahui, BPS Provinsi Riau mencatat sepanjang Januari 2021, Riau mengalami inflasi sebesar 0,44%. Dengan demikian inflasi YoY (Januari 2021 terhadap Januari 2020) sebesar 2,43%.

Dari 3 kota yang masuk dalam pengitungan inflasi di Provinsi Riau, tercatat semua kota mengalami inflasi, diantaranya Kota Pekanbaru sebesar 0,47%, Kota Dumai sebesar 0,40% dan Tembilahan sebesar 0,30%.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran,” jelasnya.

Misparuddin menjelaskan, berdasarkan kelompok pengeluaran dengan sumbangan angka inflasi tertinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,69%, kemudian diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,65%.

Sedangkan untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,47%, kelompok pakaian dan alas kaki 0,34%, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,11%, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10%, kesehatan 0,09%.

Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08%, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,04% dan kelompok transportasi sebesar 0,01%.

“Sedangkan satu kelompok lainnya yaitu kelompok pendidikan relatif stabil dibanding bulan sebelumnya,” jelas Misparuddin.

Dia menambahkan untuk komoditas yang memberikan andil kenaikan harga pada Januari 2021, yakini nasi dengan lauk, cabai rawit, udang basah, daging ayam ras, kol putih, daging sapi, cabai hijau, ayam hidup, dan lain-lain.

“Sementara komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain cabai merah, tarif angkutan udara, telur ayam ras, petai, dan lain-lain,” ungkapnya.

BPR Riau juga mencatat dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,17%, diikuti oleh Kota Pematang Siantar sebesar 1,13% dan Kota Gunungsitoli sebesar 1,08%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Padang sebesar 0,10%. (bpc2)

Tags: inflasiinflasi januari 2021Inflasi riausubkelompok
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Masih Tertekan Akibat Tingginya Eskalasi Geopolitik Timur Tengah
Ekonomi

Harga Emas Dunia Masih Tertekan Akibat Tingginya Eskalasi Geopolitik Timur Tengah

...

Read moreDetails
Harga Emas Diramalkan Sulit Bangkit, Ini Alasannya

Harga Emas Dunia Anjlok, Aksi Jual Saham Teknologi Jadi Pemicu

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3,3%, OJK: Sektor Keuangan Tetap Stabil

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

Pengendalian Inflasi Pangan, TPID Riau Lakukan Gerakan Taman 100 Ribu Cabai

Pengendalian Inflasi Pangan, TPID Riau Lakukan Gerakan Taman 100 Ribu Cabai

Next Post
kejari rohil

Terpidana Korupsi Pembangunan Danau Serahkan Denda Rp200 Juta ke Kejari Rohil

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.