Catatan Sejarah 29 Juni: Pembangunan Monumen Yogya Kembali

Senin, 29 Juni 2020 07:22
Catatan Sejarah 29 Juni: Pembangunan Monumen Yogya Kembali

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Monumen Yogya Kembali dibangun pada 29 Juni 1985 untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia.

Nama Monumen Yogya Kembali dipilih sebagai pengingat kepergian Belanda dari Yogyakarta pada 29 Juni 1949.

Monumen ini terletak di bagian utara Kota Yogyakarta. Lokasi monumen ini dianggap titik imajiner yang menghubungkan Kraton Jogja, Tugu Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Pantai Parang Tritis.

Berbalik pada sejarahnya, Yogyakarta diserang dan dikuasai Belanda sejak 19 Desember 1948, dengan apa yang disebut sebagai Operasi Militer II.

Baca: Bukan Jawa, Inilah Suku Terbesar di Dunia

Namun, rakyat dan TNI tetap berjuang, sehingga membuktikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih ada.

Dunia internasional dan Kekuatan inti pemenang Perang Dunia II, Amerika Serikat mendesak Indonesia dan Belanda menyelesaikan konflik melalui meja perundingan.

Kemudian, tercipta perundingan tiga pihak, yakni Indonesia, Belanda, dan Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) atau Majelis Konsultatif Federal.

Perundingan ini juga diawasi tim dari PBB yang diketuai Thomas Kingston Critchley.

Perundingan ini menghasilkan kesepakatan akan diadakan Konferensi Meja Bundar di Deen Hag, Belanda. Kemudian, Yogyakarta harus dikembalikan ke Indonesia pada 24 Juni 1949.

Dikutip dari wikipedia, tentara Belanda dengan berat hati kemudian mulai meninggalkan Yogyakarta pada 24 Juni 1949.

Pasukan Belanda mundur ke arah utara Yogyakarta menuju Magelang.

Semangat dan moral tentara Belanda hancur. Mereka dipaksa meninggalkan Yogyakarta tanpa bertempur.

Pada 29 Juni 1949, sisa terakhir tentara Belanda meninggalkan Yogyakarta. Dari arah selatan, TNI kembali masuk Yogyakarta yang dikenal sebagai ‘Yogya Kembali’. (bpc2)