Rp 1,1 Miliar Lagi Disiapkan untuk 115 Sapi

Selasa, 19 Agustus 2014 17:29

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Setelah menyalurkan 200 ekor sapi, Pemko Pekanbaru juga telah menganggarkan bantuan sapi ternak sebanyak Rp 1,15 miliyar. Angka tersebut nantinya untuk pengadaan 115 ekor sapi
yang juga diberikan kepada kelompok masyarakat untuk dikelola kembali.

Ketua pelaksana sekaligus Kepala Dinas Pertanian Kota Pekanbaru, Edward, Selasa (19/08/2014) menyebutkan potensi untuk sektor daging segar di Pekanbaru sangat bagus. Dirinya mencatat kebutuhan masyarakat Pekanbaru yang berjumlah sekitar 1juta setidaknya 10.969 ekor sapi atau sekitar 2.193,8 ton tiap tahunnya.

“Sementara Kota Pekanbaru hanya mampu menyediakan sapi dan kerbau sebanyak 3.549 ekor dari total 10.969 atau sekitar 32,35 persen,”tutur Edward. Sehingga pihaknya mesti mengimpor dari provinsi lain sebanyak 67,65 persen atau setara 7420 ekor sapi atau kerbau.

Oleh sebab itu dirinya optimis dengan bantuan ternak kepada masyarakat bisa menekan angka ketergantungan terhadap daging segar impor.

Baca: Penjualan Hingga ke Luar Negeri, Omzet Rumah Tenun Kampung Bandar Capai Rp 20 Juta per Bulan

 
“Kita berharap Pekanbaru bisa memenuhi kebutuhan daging segar sendiri, sehingga tidak begitu tergantung dengan daerah lain. Kita juga berharap bapak Dirjen bisa mengalokasikan di APBN akan sapi untuk kebutuhan masyarakat Pekanbaru,” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT Walikota berharap dengan bantuan ternak sapi ini bisa mengurangi tingkat kebutuhan daging segar di Pekanbaru.

 
“Kita inginnya angka produksi daging sapi kita tidak jomplang lagi dengan jumlah permintaan di masyarakat. Untuk itu semoga bantuan ini bisa dikembangkan.
Sehingga ketergantungan akan daging sudah bisa diatasi dan masyarakat kita bisa sejahtera,” paparnya.

Sebab menurut Firdaus, Pekanbaru yang luas wilayahnya menyamai DKI Jakarta masih sangat potensial untuk pengelolaan sapi ternak. “Daerah kita masih sangat potensial untuk pengelolaan sapi,” sebutnya. karena kita juga masih punya 1400 hektar lahan sawit sehingga cocok untuk program akselerasi.(riki)