Riau Ajukan Bantuan Peralatan Besi ke Kemenperin untuk 4 Daerah

Sabtu, 13 Februari 2021 22:32
Riau Ajukan Bantuan Peralatan Besi ke Kemenperin untuk 4 Daerah

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU —Pemerintah Provinsi Riau mengajukan bantuan untuk peralatan pandai besi ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Bantuan peralatan pandai besi itu nantinya akan disalurkan ke empat kelompok usaha bersama Sentra Industr Kecil Menengah (SIKIM) pandai besi di Kabupaten Pekanbaru, Rokan Hulu, Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Riau, Asrizal, pengajuan bantuan ini dilakukan seiring dengan telah dilaksanakannya pelatihan kerajinan pandai besi pembuatan dodos dan egrek standar SNI kepada para pelaku pandai besi di empat daerah tersebut.

Advertisement

“Untuk Pekanbaru itu ada 10 orang, Rokan Hulu 20 orang, Kuansing 10 orang, dan Indragiri Hilir ada 10 orang. Mereka ini nanti akan kita bina lagi agar bisa membentuk KUB, yang mengarahan ke SIKIM,” terangnya.

BACA JUGA:  Siap-siap, 6 Calon Sekdaprov Riau Bakal Jalani Seleksi Kompetensi Bidang

“Karena itu kita berharap bantuan peralatan terwujud, dalam mendukung KUB pandai besi di empat daerah itu,” sebutnya.

Baca: RAPP Semakin Mengesalkan

Asrizal mengatakan, permintaan bantuan peralatan itu tak lepas dengan kerberhasilan SIKIM Pandai Besi Rumbio Jaya Stell, Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kebupaten Kampar dapat yang telah berhasil memenuhi kebutuhan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau.

Dimana SIKIM Pandai Besi Rumbio Jaya yang terdiri dari 79 IKM Pandai Besi ini telah menghasilkan berbagai produk Alat Mesin Pertanian dan Kebutuhan Rumah Tangga. Salah satunya memenuhi kebutuhan alat perkebunan PTPN V.

Asrizal menyampaikan, tahun 2020 SIKIM Pandai Besi Rumbio Jaya telah bekerjasama dengan dengan PTPN V untuk memenuhi alat kebutuhan perkebunan plat merah itu.

BACA JUGA:  PPKM Skala RW Pekanbaru, Pemukiman dan Perkantoran Alami Pengetatan

“Tahun 2020 kontrak mereka dengan PTPN V mencapai Rp2,5 miliar untuk pemenuhan kebutuhan alat perkebunan, seperti dodos dan agrek untuk memanen buah sawit,” bebernya.

“Dan itu masih kontrak dengan PTPN V, belum lagi kontrak dengan perusahaan perkebunan sawit lain. Tentu ini karena mereka sudah kita fasilitasi memiliki sertifikasi kompetensi untuk membuat dodos dan egrek SNI,” tukasnya. (bpc2)