• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 14 Februari: Pemberontakan PETA di Blitar

Romi J. by Romi J.
14 Februari 2021
206
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Jepang membentuk satuan tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA) pada 3 Oktober 1943. Para pemuda Indonesia diimbau untuk bergabung bersama PETA.

Diantara banyak pemuda Indonesia yang bergabung, tersebutlah seorang pemuda bernama Supriyadi yang ikut mendaftar. Supriyadi kemudian masuk sekolah perwira PETA di Bogor, dan lulus dengan pangkat Shondanco (Komandan Peleton).

Setelah lulus sekolah perwira, Supriyadi ditugaskan di Batalyon Blitar. Tugas Supriyadi dan pasukannya adalah mengawasi rakyat Indonesia yang menjadi tenaga kerja paksa (romusha).

Disinilah timbul keinginan memberontak Supriyadi. Dia melihat sendiri perlakuan kejam Jepang kepada para romusha.

September 1944, rencana pemberontakan mulai disusun. Hari H pemberontakan juga disusun, yakni pada 14 Februari 1945. Alasannya, pada hari itu akan diadakan pertemuan besar PETA di Blitar, sehingga para pasukan PETA lain bisa bergabung dalam pemberontakan ini.

14 Februari 1945, dengan kekuatan 200 prajurit, Supriyadi memimpin pasukannnya memberontak ke Jepang. Mereka membersihkan terlebih dahulu tentara Jepang yang ada di Kota Blitar, dan kemudian mengundurkan diri ke hutan.

Namun, rencana pemberontakan ini bocor. Tidak ada pertemuan PETA di Blitar hari itu. Disaat genting, Supriyadi menghilang.

Pemberontakan PETA dipadamkan Jepang dengan mengirimkan perwira bernama Katagiri. Perwira ini berhasil mengelabui sisa pasukan Supriyadi untuk menyerah.

16 Mei 1945, 6 pimpinan pasukan selain Supriyadi dihukum mati Jepang. Supriyadi yang menghilang, berdasarkan keyakinan keluarga juga dieksekusi Jepang. (bpc4)

Tags: BlitarPemberontakanpemberontakan PETA blitarPETA
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

PPKM Diperpanjang, PPKM Level 3 Batal
Berita

PPKM Diperpanjang, Blitar Jadi Uji Coba New Normal

...

Read moreDetails

Mengapa Sejarah Dunia Seolah Terpusat ke Eropa? Peta Ini akan Menjawabnya

Organisasi Penyayang Binatang Surati Prabowo, Minta TNI Tak Makan Ular Hidup Saat Latihan

Benarkah PRRI Sebuah Pemberontakan?

Catatan Sejarah 15 Februari: Pemberontakan PRRI di Sumatera Barat

Misteri Hilangnya Supriyadi, Komandan Pemberontak PETA Blitar

Next Post

Misteri Hilangnya Supriyadi, Komandan Pemberontak PETA Blitar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.