Jasa Marga Bagikan Dividen Rp 640,8 Miliar

Rabu, 17 April 2013 19:35

PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 640,83 miliar atau 40 persen dari laba bersih pada 2012 lalu. Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman memaparkan, sepanjang 2012 lalu perseroan berhasil membukukan laba bersih sebanyak Rp 1,6 triliun. Laba tersebut naik 33,92 persen dibandingkan pada periode 2011 yang sebanyak Rp 1,19 triliun.

Kenaikan laba bersih didorong kenaikan pendapatan di 2012 sebesar 15,25 persen menjadi Rp 5,6 triliun. “Oleh sebab itu dalam rapat umum pemegang saham kali ini kami putuskan untuk membagi dividen sebesar 40 persen dari laba bersih, supaya terdapat kepercayaan lebih kuat dari pemegang saham kepada pengurus,” kata dia, Senin, 29 April 2013.

Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah menambahkan, nilai dividen ini jika dinominalkan per lembar sahamnya menjadi sekitar Rp 94,24 berdasar perhitungan awal. Selain untuk dividen, laba bersih disisihkan sebesar 1,56 persen atau Rp 25 miliar untuk cadangan wajib perseroan. “Sisanya sekitar 58 persen disisihkan jadi cadangan saldo laba,” ujarnya.

Soal kinerja tahun ini, selama triwulan I 2013 perseroan mencatat adanya kenaikan trafik lalu lintas di jalan tol 5,4 persen dibandingkan pada periode yang serupa di 2012 menjadi 292,6 juta unit kendaraan. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan asumsi perseroan yang memperkirakan rata-rata kenaikan trafik di jalan tol hingga 6 persen. Dengan asumsi tersebut, perseroan memperkirakan akan memperoleh pendapatan tol sebanyak Rp 6 triliun. Kenaikan pendapatan tersebut, katanya, termasuk memperhitungkan beroperasinya empat ruas jalan tol baru pada tahun ini.

Baca: BRK Raih The Best Overall Performance BPD se Indonesia 2018, Sabet 5 Kategori Dari 7 Kategori

Keempat ruas jalan tol tersebut adalah ruas Tol Nusa Dua-Benoa yang diperkirakan akan selesai pada Oktober 2013 atau sebelum APEC terselenggara, kedua adalah ruas jalan tol Ungaran-Bawean yang merupakan bagian dari perluasan tol Semarang-Solo, lalu ruas tol Ciledug-Ulu Jami, dan terakhir penambahan ruas tol untuk Gempol-Pandaan atas permintaan komisaris perseroan.

Atas rencana tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 6,9 triliun pada tahun ini. Menurutnya, selama kuartal satu perseroan telah merealisasikan belanja modal sebanyak Rp 850 miliar. “Untuk kuartal pertama trennya memang tidak besar, biasanya membesar di triwulan III,” ia menegaskan.