Sejumlah Pejabat Kembali Diperiksa KPK, Fitra: Riau Sulit Lepas dari Identitas Daerah Rawan Korupsi

Kamis, 28 Oktober 2021 17:02
Sejumlah Pejabat Kembali Diperiksa KPK, Fitra: Riau Sulit Lepas dari Identitas Daerah Rawan Korupsi
Menara Lancang Kunging komplek perkantoran Gubernur Riau Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru (Foto: Bertuahpos/Melba)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Sejumlah pejabat di Riau kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 28 Oktober 2021. Berdasarkan informasi setidaknya ada 6 pejabat dan mantan pejabat di Riau menjalani pemeriksaan di Kantor Direktorat Reskrimsus Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.

Adapun pejabat yang diperiksa yakni H. Suwarno, S.Sos, PNS Kepala Sub Bagian Anggaran II Biro Keuangan Setdaprov Riau, Syahril Abu Bakar sebagai Ketua PMI Riau, Wan Amir Firdaus sebagai Mantan Asisten II Setdaprov Riau, M Yafiz mantan Kepala Bappeda Provinsi Riau, Sekdaprov Riau SF Hariyanto dan Muflihun mantan Sekretaris DPRD Provinsi Riau.

Diketahui pula bahwa pemeriksaan yang dilakukan KPK masih terkait dengan kasus suap Pembahasan RAPBDP tahun 2014 dan RAPBD tahun  2015 Provinsi Riau yang sebelumnya juga menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

“Dengan situasi yang ada sekarang, selain dari kasus-kasus lama yang masih terus diungkap oleh APH baik KPK maupun lainnya, juga dengan adanya kasus yang baru seperti OTT yang baru saja terjadi, maka Riau yang dikategorikan sebagai daerah rawan korupsi sulit untuk dilepas,” kata Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau Triono Hadi saat dihubungi Bertuahpos.com, Kamis, 28 Oktober 2021.

Baca: Banyak yang Beli, Sudah Tahu Apa Kepanjangan Honda PCX?

Dia juga mengungkapkan beberapa waktu belakangan memang jarang, bahkan tak ada gebrakan-gebrakan baru daerah di Riau dalam upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi.

“Korupsi itu sesuatu yang luar biasa, sistematis, masif dalam cara melakukannya. Sehingga tindakannya serta upaya untuk mencegahnya harus luar biasa. Bukan dengan biasa-biasa saja,” ucap Triono

Dia menambahkan, bahwa budaya korupsi itu sebenarnya tidak ada. “Tapi menjadikan korupsi itu sebagai budaya, itu ada.” Fitra Riau, memandang pada beberapa aspek, pertama, aspek keterbukaan di daerah-daerah di Riau belum banyak berubah. 

“Penilaian yang kita lakukan cenderung masih sangat rendah, kita meyakini keterbukaan ada salah satu kunci untuk mencegah korupsi terjadi,” tuturnya.

Dilanjutkan, aspek yang lain ada sistem anti korupsi: Belum ada sistem yang dibangun dalam mencegah praktek korupsi dilakukan, “Meskipun misalnya ada sistem perizinan online, pengadaan barang jasa yang elektronik, keuangan yang elektronik, namun belum berdampak optimal,” tuturnya. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 01 Desember 2021 18:16

bank bjb Sabet Predikat Top 20 Financial Institution 2021

Kinerja positif PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) kembali meraih apresiasi.

Rabu, 01 Desember 2021 17:41

Syamsuar Kesal ke Kepala OPD: Jujur Tahun Ini Paling Parah

Gubernur Riau Syamsuar meluapkan kekesalannya saat memberikan pengarahan usai lantik 32 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Riau. 

Rabu, 01 Desember 2021 17:01

Hemat Berbelanja Online dengan Kode Promo Eksklusif dari Saleduck Indonesia

Kehadiran platform belanja online yang kian menjamur

Rabu, 01 Desember 2021 16:52

Syahrial Abdi Kepala Bapenda Riau, Ini Daftar Lengkap Nama Pejabat Baru di Pemprov Riau

Sebanyak 32 pejabat Tinggi Pratama atau pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Riau dilakukan pelantikan untuk posisi jabatan baru. 

Rabu, 01 Desember 2021 16:31

Bukan Bunuh Diri, Korban Meninggal di Fly Over Arengka Diduga Laka Lantas

Kapolsek Tampan, I Komang Aswatama menyebutkan korban meninggal di fly over Arengka bukanlah bunuh diri.

Rabu, 01 Desember 2021 14:28

Seorang Warga Bunuh Diri dengan Melompat di Fly Over Arengka Pekanbaru

Sebuah video menunjukkan seorang warga bunuh diri dengan cara melompat dari fly over Arengka, Pekanbaru, Rabu 1 Desember 2021.

Rabu, 01 Desember 2021 14:01

Moeldoko Takut Data Palsu Dipakai Parpol untuk Pilpres 2024

Jangan sampai orang-orang yang tidak mewakili rakyat yang jadi pemimpin

Rabu, 01 Desember 2021 13:41

Syamsuar Pastikan Pejabat Non Job Karena Kerjanya Nggak Bagus

Lambatnya kinerja kepala OPD salah satu indikator penilaian evaluasi.

Rabu, 01 Desember 2021 13:20

Kadispora Riau Tak Berani Beberkan Besaran Anggaran Renovasi Stadion Kaharuddin Nasution

Rencana renovasi akan menggunakan pos anggaran tahun 2022

Rabu, 01 Desember 2021 13:05

Promo Rebranding dari Hotel Khas Pekanbaru, Dapatkan Harga Spesial

Sebagai promo rebranding, hotel Khas Pekanbaru memberikan promo spesial untuk pelanggan.