Dokter Spesialis Gizi Ini Ungkap Manfaat Sering Puasa, Bagus untuk Program Diet atau Pasien di Masa Pengobatan

Jumat, 17 September 2021 18:22
Dokter Spesialis Gizi Ini Ungkap Manfaat Sering Puasa, Bagus untuk Program Diet atau Pasien di Masa Pengobatan
Ilustrasi

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Berpuasa dianjurkan tidak hanya bagi umat Muslim, atau di saat bulan Ramadhan saja. Menurut dokter spesialis gizi, manfaat berpuasa secara rutin sangat baik untuk orang yang tengah dalam program diet atau pasien dalam masa pengobatan.

“Bagi mereka yang mau menjalankan program diet memang dianjurkan untuk berpuasa terlebih dahulu,” kata dokter Spesialis Gizi Klinik Syuma Adhy Awan, MKes SpGK.

Dia menambahkan, aktivitas puasa sebelum melakukan terapi diet bertujuan untuk memperbaiki kualitas lipid darah. “Selain itu dengan berpuasa sistem pencernaan akan dibersihkan, sehingga metode diet atau pengobatan yang akan dijalani bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Khusus bagi penderita penyakit kronis, puasa menurut dr. Syuma harus lebih sering dilakukan, karena bertujuan untuk mengatur kadar triasilgliserol dan membantu meningkatkan kadar kolesterol baik di dalam darah.

Baca: Bolehkah Wanita Haid Keramas?

Bagi penderita diabetes type 2 aktivitas berpuasa juga bisa membantu menurunkan hemeostasis glukosa di dalam darah. “Sehingga kondisi ini secara langsung mampu menurunkan persentase lemak tubuh dan mengurangi lemak hati dan secara perlahan akan mampu mengembalikan kerja organ hati,” lanjutnya.

Manfaat lain menjalani puasa secara berkala dilanjutkan dr. Syuma adalah dapat memperbaiki tingkat kelangsungan hidup ( survival ) pada penderita penyakit kronis dan pemulihan fungsi jantung dan memodulasi risiko kardiovaskular. Serta melindungi neuron dari gangguan penuaan (misalnya, penyakit Alzheimer dan stroke).

Selain itu puasa juga memiliki peran penting penurunan terhadap resiko kanker yang dipicu obesitas melaui perbaikan resistensi insulin di antara obesitas dan, pada obesitas non diabetes. Aktivitas berpuasa juga mempunyai peran (Autofagi) dimana sel diberi kesempatan untuk memperbaharui diri sendiri dengan memanfaatkan sel sel yg sudah rusak atau mati untuk menjadi bahan pembentukan sel baru.

“Meski sedang melakukan puasa, otak manusia tidak akan kekurangan nutrisi, karena kebutuhan nutrisi otak akan diberikan menggunakan keton dari cadangan lemak untuk energi pada hari-hari puasa yang cukup memberikan bahan energi saat cadangan gula menipis,” tambahnya. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 28 Oktober 2021 20:19

Video: Suasana di Kantor Kejari Kuansing Sempat Memanas, PH Desak Indra Agus Lukman Dibebaskan

Indra Agus Lukman, Kejari, Kuansing

Kamis, 28 Oktober 2021 19:29

Barca Tunjuk Sergi Barjuan Sebagai Pelatih Sementara

Barcelona

Kamis, 28 Oktober 2021 19:25

DBH Untuk Riau Turun Rp300 Miliar

DBH

Kamis, 28 Oktober 2021 16:05

Ini Kata dr Tirta Soal Gelombang Ketiga Covid-19

dr Tirta, Covid-19

Kamis, 28 Oktober 2021 15:22

Video: Night Ride – Pekanbaru Downtown

Motovlog

Kamis, 28 Oktober 2021 15:02

Kim Jong-un Perintahkan Warganya Kurangi Makan Hingga 2025

Kim Jong-un, Korut

Kamis, 28 Oktober 2021 15:02

Anies Baswedan: Orang Baik Masuk Politik Dipermasalahkan

Anies Baswedan