KAJIAN RAMADHAN: Mari Jaga Kualitas Puasa Kita

Sabtu, 17 April 2021 18:15
KAJIAN RAMADHAN: Mari Jaga Kualitas Puasa Kita
Shalat berjemaah. (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM — Menjaga kualitas puasa itu penting. Namun banyak yang tak menganggap bahwa ini hal yang penting. Akibatnya, puasa tak lebih hanya sebatas menahan lapar dan haus semata.

Puasa merupakan salah satu kewajiban umat Islam pada bulan Ramadhan, perintah tentang kewajibannya sangat jelas berdasarkan dalil dari Alquran, hadits dan ijma. 

Advertisement

“Semua muslim yang mampu, baligh dan berakal wajib berpuasa di siang hari, kecuali mereka yang sedang  ada alasan syar’i seperti, sakit, musafir, haidh dan alasan-alasan syar’i lainnya,” kata Ustaz Muhammad Nasril, Lc. MA.

Saksikan Juga:

Baca: 3 Amalan Ini Membuat Doa Cepat Terkabul

Namun, masih ada juga mereka yang sehat, tidak musafir, tidak sedang haid tapi mereka tidak berpuasa, bisa saja mereka mungkin pura-pura gila atau belum baligh (berakal) walaupun sudah tua.  

Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa, dinamakan juga syahrus shiyam (bulan puasa). “Karena pada bulan ini ibadah puasa menjadi ibadah utama,” katanya.

Dia juga menyampaikan, dalam Al-Quran perintah wajib puasa diungkapkan dengan uslub yang sangat istimewa, yaitu dengan seruan yang diabadikan Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa

Penggunaan uslub ini, memiliki nilai  lebih dan keutamaannya di sisi Allah SWT. Sehingga puasa Ramadhan menjadi amalan istimewa yang akan diberi ganjaran langsung oleh Allah dan ia merupakan salah satu sebab seseorang mendapatkan ampunan dari Allah SWT. “Selain itu, puasa  dapat menghidupkan hati seorang mukmin agar senantiasa diawasi oleh Allah SWT,” katanya.

Puasa merupakan jalan terbaik untuk meresapi nilai-nilai ubudiyah, di mana  melalui puasa seorang muslim dididik untuk menundukkan jiwanya dan mengasah kepekaan nuraninya. Puasa merupakan pengaruh terbaik untuk menanamkan benih-benih kasih sayang sesama manusia.

Maka, sejatinya puasa menjadi madrasah ketakwaan bagi seseorang, menjadi tempat belajar keikhlasan, kesederhanaan dan penghambaan diri kepada Allah SWT. Dengan puasa seharusnya seseorang itu menjadi manusia yang bertaqwa, taat terhadap perintah Allah dan sabar atas segala ujian. (bpc2)