Petani Sawit Ini Sempat Pelihara Bayi Burung Rangkong Sebelum Melepaskannya Kembali

Senin, 14 Januari 2019 11:40
Petani Sawit Ini Sempat Pelihara Bayi Burung Rangkong Sebelum Melepaskannya Kembali

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Burung rangkong merupakan salah satu satwa yang sangat cantik dan banyak diminati untuk dipelihara. Hal tersebut pernah dirasakan Saleh (60), salah seorang petani sawit di Teluk Kuantan, Kuantan Singingi.

Bahkan Saleh pernah memelihara bayi burung rangkong lebih kurang selama lima bulan lamanya.

Advertisement

Kepada bertuahpos.com, pria yang memiliki empat orang anak ini menceritakan awal mula kenapa dirinya bisa memelihara bayi burung rangkong.

“Awalnya ketemu bayi burung rangkong di bawah pohon sawit perkebunan saya. Saya tidak tahu asalnya dari mana, mungkin jatuh dari sarangnya. Tapi saya cari sarangnya gak ketemu, daripada terlantar, takut dimakan hewan lain, saya putuskan bawa ke rumah,” ungkap Saleh, Senin 14 Januari 2019.

BACA JUGA:  Ditahan Imbang PSLS Lhokseumawe, Langkah Kuansing United Semakin Berat

Baca: Sebelum Liburan Akhir Pekan, Yuk Cek Dulu Kondisi Cuaca di Riau Hari Ini

Saleh menuturkan, selama memelihara bayi burung rangkong tersebut, dirinya terpaksa meletakkannya di kandang namun selalu memberikan makan buah-buahan setiap harinya, terutama pepaya.

“Saya kasih makan pepaya, alhamdulillah mau makan. Gak repotlah, yang repot gak mau makan nanti mati,” tuturnya.

Seringnya Saleh memberi makan kepada bayi burung rangkong tersebut, bahkan dirinya mengatakan telah memiliki keterikatan satu sama lain.

Baca: BBKSDA Riau Benarkan Pembantai Burung Rangkong di Kuansing Telah Ditangkap

“Bayinya jadi ketergantungan sama saya. Setiap lihat saya, dia pasti bunyi. Bahkan kalau dilepasin, pasti dia coba jalan ke saya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Arus Mudik, Jalan Menuju Teluk Kuantan Siang Ini Lancar Tanpa Hambatan

Namun meski telah merawatnya hingga bayi burung rangkong tersebut dekat dengan dirinya, Saleh memilih melepaskannya saat bayi burung tersebut sudah mulai bisa terbang.

“Dari awal saya tahu itu dilindungi, saat dia sudah mulai bisa terbang, saya putuskan lepaskan saja. Saya cari pohon tinggi, saya letak dia disana. Awalnya berat, karena sudah sayang juga. Tapi tak elok juga kalau dia tinggal di kandang sementara badannya nanti tumbuh besar,” imbuh Saleh.

Terkait pemberitaan adanya burung rangkong dewasa yang diburu dan dibantai di Kuantan Singingi, Saleh tak bisa menyembunyikannya kesedihannya.

“Kenapa mereka tega ya menembaknya, apalagi memotong-motongnya. Padahal kalau burung itu terbang bebas dan berkembang biak, pasti anak cucu kita bisa lihat suatu saat. Sekarang saja sudah jarang kita lihat. Saya termasuk yang beruntung,” pungkas Saleh. (bpc9)

Berita Terkini

Selasa, 02 Maret 2021 22:32

Miliki Potensi Besar, Budidaya Ikan Tapah di Desa Kuala Terusan Mulai Digalakkan

Peluang dalam membudidayakan keramba ikan air tawar di Pelalawa.

Selasa, 02 Maret 2021 20:30

Ini Alasan Mengapa Ma’ruf Amin ‘Tutup Mulut’ Soal Investasi Miras

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin sengaja ‘tutup mulut’ perihal Perpres Nomor 10 Tahun 2021.

Selasa, 02 Maret 2021 19:32

Bawaslu Kuansing Sampaikan Piagam Penghargaan ke Kejari

Piagam penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dalam pelaksanaan Pilkada 2020 lalu.

Selasa, 02 Maret 2021 18:32

Seluruh Pejabat di Riau Diminta Hadir, Besok Ada Monev dengan KPK

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam hal tata kelola pemerintahan.

Selasa, 02 Maret 2021 18:10

Bukan Harimau, Ini Penjelasan BKSDA Soal ‘Hewan Misterius’ yang Serang Nenek di Pelalawan

Kesimpulan BKADA, bukan hewan yang menyerang nenek itu.

Selasa, 02 Maret 2021 17:25

Peresmian Air Panas Sungai Pinang  Diundur

Rencana peresmian akan dijadwalkan kembali.

Selasa, 02 Maret 2021 15:32

Pembakaran Sampah, Lahan 2,500 Meter Persegi Terbakar di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran sampah”

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Pemkab Harus Cari Solusi Tepat Soal PETI, Supaya ‘Jangan Asal Tangkap Saja’

“Pemilik modal juga harus ditindak. Jangan pekerja saja.”

Selasa, 02 Maret 2021 14:18

Video: Pernyataan Jokowi Soal PP Investasi Miras Dicabut

Investasi minuman beralkohol (miras) dicabut atas masukan Ormas.

Selasa, 02 Maret 2021 13:40

Video: Suasana Vaksinasi Tahap 2 di Pekanbaru

Vakisinasi tahap kedua yang dilaksanakan pada Senin, 1 Maret 2021, menyasar 2000 tenaga publik.