Pemko Diminta Tanggap Terhadap Ancaman PHK

Selasa, 09 Februari 2016 17:48

BERTUAHPOS.COPM (BPC), PEKANBARU – Persoalan Pemutusan Hak Kerja (PHK) masih menjadi perhatian oleh sejumlah pihak, termasuk dari DPRD Kota Pekanbaru. Untuk itu, Pemerintah Kota Pekanbaru diminta untuk tanggap terhadap ancaman PHK karyawan.

Ketua komisi II DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri mengatakan sudah banyak memperoleh laporan kekhawatirannya terkait banyaknya keluhan dari masyarakat tentang PHK tersebut. “Saya sering merima hal itu. Namun saya belum bisa memberi jawaban dan jaminan,” kata Tengku, Selasa (9/2/2016). (Baca: Disnaker Pekanbaru Sudah Tahu Chevron Bakal PHK Karyawannya)

Untuk itu, DPRD terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan semua pihak, terutama pemerintah daerah agar menempuh langkah nyata dalam menyikapi permasalahan ini. Selain itu, SKPD terkait juga harus segera mencari informasi dengan melibatkan beberapa perusahaan yang ada di Kota Pekanbaru.  

Dengan adanya PHK tersebut, tentu banyak dampak negatif yang timbul jika gelombang PHK terjadi, karena angka pengangguran yang tinggi akan berdampak pada masalah-masalah sosial diantaranya kriminalitas dan lain-lain.

Baca: Kabupaten/Kota Punya Peran Vital dalam Pertahanan Ekonomi Riau

Tengku berharap kepada Pemko Pekanbaru membangun sarana dan prasarana untuk mempercepat pengembangan SDM dan SDA ekonomi lokal. “Jika pemko bisa menyusun regulasi investasi yang pro rakyat, maka masyarakat kedepan bisa mengembangkan usaha dari pada menjadi karyawan di suatu perusahaan,” tututpnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepala Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Pekanbaru, Johnny Sarikoen menurutkan pihak Chevron sudah ada menyampaikan maksud untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya. Hanya saja sampai hari ini, pihaknya belum mendapat informasi jumlah karyawan yang di PHK. (Baca: PT AFR Bersedia Tanggung Pengobatan dan Santunan Kepada Asmawati)

Hal itu disampaikan Johnny kepada kru bertuahpos.com saat dijumpai di Gedung DPRD Pekanbaru, Selasa (09/02/2016). “Sudah memberikan (Chevron) memberikan informasi, tapi masih ngobrol-ngobrol dengan kita tentang kemungkinan disurati karyawan yang tetap dan mana yang tidak,” katanya.

Dikatakan Johnny rencana PHK karyawan yang direncanakan Chevron tersebut tidak terlepas dari dampak anjloknya harga minyak dunia. “Ya, mungkin kondisi menukiknya harga minyak dunia berpengaruh dengan biaya operasional, makanya dilakukan langkah penghematan. Tetapi belum ada komunikasi lagi ke kita tentang kebijakan itu (PHK),” katanya.

Tentang ramainya kabar PHK yang dilakukan perusahaan luar negeri sebut Johnny tidak memberikan dampak langsung terhadap Pekanbaru, Provinsi Riau. Hanya saja tidak dapat dipungkiri PHK tersebut berimbas pada peningkatan angka pengangguran. (iqbal)