Parah, Buku SD Tampilkan Pesan LGBT Tersebar di Sosmed

Kamis, 10 Maret 2016 12:19
Parah, Buku SD Tampilkan Pesan LGBT Tersebar di Sosmed

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pemerintah kali ini kembali kecolongan. Di tengah maraknya pertentangan tentang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgander (LGBT), justru seorang itu rumah tangga, lewat akun Facebooknya mempublis sebuah sebuah foto buku pelajaran fiqih tentang syarat menjadi imam dalam solat.

Akun Facebook tersebut milik Yenni Putriana. Setelah melihat ketentuan yang tertulis dalam buku tersebut, diapun segera mengunggahnya ke media sosial. “Ass Pak Widodo F Hardjono. Maaf mau sharing. Dalam buku pelajaran fiqih penerbit yudistira, anak ku kelas 2 SD ada pelajaran tentang syarat menjadi imam? Mohon bantuannya pak agar anak tidak salah kaprah,” tulis Yenni dalam akun Facebooknya.

Advertisement

Postingan itu dinaikan pada 5 Maret pukul 21.22 WIB. Dalam buku itu dituliskan bahwa syarat menjadi imam adalah laki-laki yang baik akhlaknya dan fasih bacaan Al-qurannya. Buku itu menuliskan ada 3 sarat penting agar tentang imam dalam solat diantaranya;

Pertama, adalah seorang laki-laki, apabila makmumnya laki-laki, perempuan dan banci. Syarat kedua, imam perempuan, apabila seluruh makmumnya perempuan. Dan syarat ke tiga, imam boleh dilakukan oleh banci, apabila seluruh makmumnya perempuan.

Baca: Dua Lagi Tersangka Korupsi Kapal Motor Dilimpahkan ke Kejari Tembilahan

Hadirnya informasi tentang tata cara imam dalam solat pada buku pelajaran akan SD tersebut, tentunya sangat menkhawatirkan masyatakat. Apalagi di tengan maraknya isu komutas LGBT itu yang meminta hak sama kepada pemerintah.

“Buku-buku seperti ini akah sangat mengkhawatirkan bagi orang tua. Sebab, ini nantinya takut diikuti oleh anak-anak,” kata Randi, seorang kepala rumah tangga di Jalan Purwodadi, Pekanbaru kepada bertuahpos.com, Kamis (10/03/2016).

Dia menyebutkan, di tangah masyarakat mengkhawatirkan tentang maraknya transgender, lembaga pendidikan justru kecolongan untuk melakukan pengawasan. Para orang tua, kata dia sudah berupaya keras untuk memberi pengawasan terhadap keterbukan informasi di internet. Harusnya hal seperti ini juga bisa diantisipasi oleh pihak sekolah.

Hebohnya kabar LGBT sempat mencuat beberapa waktu lalu. Bahkan Komisi Penyiara Indonesia (KPI) sempat mengeluarkan 2 kali rilis tentang pelarangan orang dengan ciri-ciri demikian untuk tampil di televisi. Namun demikian, tentunya sangat disayangkan, di tengah pemerintah melarang komunitas itu untuk hadir di tanah air, anak-anak justru mengetahunya lewat bangku sekolah.

Penulis: Melba

Berita Terkini

Jumat, 14 Agustus 2020 07:01

Catatan Sejarah 14 Agustus: Lahirnya Gerakan Pramuka

#PRAMUKA

Jumat, 14 Agustus 2020 06:32

Ibu Susi Buka Lowongan Kerja, Ada yang Minat? Cek Dulu Syaratnya

BERTUAHPOS.COM — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti buka lowongan kerja, beberapa posisi untuk di kantornya. Informasi lowongan kerja itu diunggah Susi Pudjiastuti di…

Jumat, 14 Agustus 2020 05:25

3 Hal Urgen yang Harus Dilakukan Telkomsel Terkait Kasus Gangguan Jaringan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ada banyak pihak yang terdampak dari gangguan jaringan Telkomsel akibat terbakarnya Fasilitas Sentra Telepon Otomat (STO) Telkom di kota Pekanbaru, pada Selasa,…

Jumat, 14 Agustus 2020 04:15

RB Leipzig Singkirkan Atletico Madrid

#CHAMPIONS

Kamis, 13 Agustus 2020 19:20

Inilah Beberapa Penyebab Rambut Rusak

#FAKTOR RAMBUT RUSAK

Kamis, 13 Agustus 2020 19:11

Yuk Kenali Faktor Penyebab Kanker Pada Anak

#CEGAH KANKER PADA ANAK