Inilah 4 Rekomendasi Ditawarkan Danlanud Pekanbaru Untuk Penanganan Karhutla Tahun Ini

Rabu, 07 Juni 2017 14:40

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Ada 4 rekomendasi penting yang ditawarkan Danlanud Pekanbaru, Age Wiraksono, kepada Tim Satgas Karhutla untuk penanganan kebakaran lahan tahun ini. Rekemomendasi itu dia sampaikan pada kesempatan duduk satu meja dalam Rakor Penanganan Asap Akibat Karhutla, Rabu (7/6/2017) di Pekanbaru. 

Dia meyakini 4 poin rekomendasi itu akan membuat Tim Satgas Karhutla terbantu dalam melakukan penanganan asap tersebut. “Di mana kesulitan yang selama ini dialami oleh Tim Satgas bisa diatasi secara cepat dan pekerjaan monitoring titik muncul api lebih efisien,” katanya. 

Ke 4 rekomendasi itu, Pertama, peta kawasan perusahaan yang bisa dilihat online. “Kalau bisa lengkap dengan nama perusahaannya dan nomor kontaknya. Supaya pada saat munculnya titik api di wilayah itu pihak perusahaan bersangkutan bisa langsung dihubungi untuk penanganan,” kata dia.

Kedua, perlu dibekali drone untuk melakukan pemantauan jarak jauh dan dibekali kepada Tim Satgas di lapangan. Menurutnya, pada saat Tim Satgas melakukan monitoring ke medan sulit, cukup dengan diterbangkan drone dan bisa memantau sejauh 2 kilometer. Perbandingannya akan lebih efisien waktu jika jarak sejauh itu akan ditempuh dengan sepeda motor. 

Baca: Komunitas Akademi Berbagi Buka Class sharing Dunia Arsitektur

Baca:Gubri: Karhutla Masih Prioritas

Ketiga, setiap Tim Satgas Karhutla di lapangan perlu dibekali HP satelit/radio agar informasi di lapangan bisa cepat disampaikan jika membutuhkan pertolongan. Selain itu dengan informasi tersebut, pihak Satgas lain bisa mengambil langkah cepat apa yang harus dilakukan untuk melakukan pemadaman api di lahan terbakar. 

Keempat, helikopter BNPB yang dipinjamkan untuk Riau harus memungkinkan untuk bisa beroperasi hingga ke wilayah luar provinsi (lintas provinsi). Kasus seperti ini pernah terjadi pada rahun 2016 lalu. Di mana sejumlah kawasan di perbatasan Riau-Sumbar terjadi kebakaran. Wilayah itu sebenarnya sangat dekat dengan Riau, namun Satgas dari Riau tidak bisa melakukan pemadaman karena terbatasnya jalur operasional helikopter tersebut.

“Dalam kondisi bagaimanapun, kami siap turun ke lapangan,” tambahnya. (bpc3)