Kerumunan Tempat Wisata Akibat Pemko Pekanbaru Teledor

Senin, 17 Mei 2021 14:30
Kerumunan Tempat Wisata Akibat Pemko Pekanbaru Teledor
Asia Heritage Pekanbaru. (Intsagram)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Di tengah angka kasus positif Covid-19 di Pekanbaru menanjak drastis, pemerintah memutuskan tidak menutup tempat wisata pada Lebaran Idul Fitri 1442 H/2021. Dampak nyata yang terjadi ribuan orang mendatangi taman rekreasi Asia Heritage di Rumbai, Pekanbaru.

(Informasi lainnya terkait objek wisata di Riau dapat dilihat di TRAVELLING).

“Hal ini jelas akan memicu munculnya klaster baru Covid-19, di tengah angka kasus positif di Pekanbaru yang naik tinggi,” kata pengamat kebijakan publik Riau M Rawa El Amady, Senin, 17 Mei 2021.

Menurutnya, apa yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan pengelola, melainkan kelalaian Pemko Pekanbaru dalam mengawal kinerja Satgas Covid-19.

Baca: Pemprov Riau Diminta Perbanyak Alat Ventilator

Menurutnya, masyarakat awam pun sudah bisa memperkirakan akan terjadi kerumunan di tempat wisata dengan sikap dan kebijakan Pemda yang semerawut. “Mudik dilarang, wisata dibuka, sudah pasti lah numpuk di sana semua,” terangnya.

Dia menambahkan, hal itu sebenarnya mungkin tak terjadi jika tim Satgas Covid-19 siaga di lokasi-lokasi objek wisata. Oleh sebab itu, dia menilai bahwa apa yang terjadi merupakan keteledoran Pemko Pekanbaru dalam mengawasi kinerja Satgas Covid-19.

“Satgas harus bertanggungjawab dari keramaian ini, dan tempat wisata juga jangan hanya ambil untung tapi menimbulkan keburukan bagi masyarakat. Apa bisa pelaku usaha memastikan masyarakat yang datang tidak terkena Covid?,” jelasnya.

Menurutnya, sangat tidak pantas kalau Pemko Pekanbaru dan Satgas mengkambing hitamkan pihak pengelola, sedangkan pembuat kebijakan ada di mereka. Sebab, idelanya,pemerintah dan tim Satgas juga harus ada upaya dalam mencegah kerumunan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kalau seperti ini sama-sama salah jatuhnya, menurut saya pemerintah harus memberi sanksi terhadap tempat kerumunan yang begitu besar. Dan petugas yang ditunjuk untuk mengawasi itu (Asia Heritage) juga harus diberi sanksi,” tutupnya. (bpc2)

Berita Terkini

Senin, 29 November 2021 19:13

Kolaborasi UIR dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan diteken Hari Ini

Semangat kolaborasi dan harmonisasi UIR dan Kabupaten Pelalawan menjadi aktualisasi Misi UIR 2041.

Senin, 29 November 2021 18:14

Ini Keunggulan IBC bank bjb, Transaksi Keuangan Corporate Semakin Mudah

bjb terus melakukan inovasi produk layanan untuk memudahkan nasabah perorangan atau corporate dalam melakukan transaksi keuangan. 

Senin, 29 November 2021 17:33

Takluk dari Semen Padang, KS Tiga Naga Harus Terdegradasi ke Liga 3

KS Tiga Naga harus terdegradasi ke Liga 3 usai takluk dari Semen Padang 1-0, Senin 29 November 2021.

Senin, 29 November 2021 16:39

Kejati Riau: Tuduhan Kongkalikong Penanganan Bansos Siak, Fitnah!

penyidikan dugaan korupsi Bansos Pemkab Siak tersebut masih terus berlanjut

Senin, 29 November 2021 15:42

Kembali Jadi yang Terbaik Pertama, PKS Riau Terima Anugerah KI Riau Award 2021: Alhamdulillah

PKS Provinsi Riau kembali mendapatkan penghargaan dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau.

Senin, 29 November 2021 15:04

Syamsuar Pertegas Tak Ada ASN yang Ambil Cuti Selama PPKM Level 3

Syamsuar berjanji akan melakukan pemantauan secara ketat terhadap ASN di lingkungan Pemprov Riau selama PPKM Level 3

Senin, 29 November 2021 14:33

Sakit Hati, Pemuda Pengangguran di Pekanbaru Tega Bunuh Paman dengan Sadis

Pemuda pengangguran di Pekanbaru dengan berinisial AS tega membunuh sang paman dengan sadis.

Senin, 29 November 2021 14:16

Jokowi Soal UU Cipta Kerja: Saya Pastikan Kepada Investor, Proyek Aman

Proyek investasi yang kini berjalan tidak akan terganggu sebab UU Cipta Kerja tetap dilaksanakan.

Senin, 29 November 2021 13:23

Indonesia Waspadai Corona Varian Omicron, Ini 5 Gejalanya

Covid-19 varian Omicron 500% lebih cepat penularannya.