• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

PAN Desak Pemerintah Terbuka Soal Kedatangan TKA China

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Mei 2021
ekonomi china pulih lebih cepat

Aktivitas warga di China yang ingin bepergian. (Net)

107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, meminta Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan penjelasan soal kedatangan para tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

DIA mempertanyakan jenis pekerjaan yang membuat pemerintah memberikan izin kepada TKA asal China itu masuk ke Indonesia. “Apa sih jenis pekerjaan yang mesti membutuhkan TKA China? Kemenaker perlu terbuka terkait masalah ini,” kata Saleh dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin, 17 Mei 2021.

Ia menyayangkan pemberian izin masuk TKA asal China tersebut karena dikhawatirkan berpotensi membawa virus Covid-19. Saleh pun mempertanyakan alasan pemerintah lebih memprioritaskan langkah mendatangkan TKA asal China dibandingkan memberikan pekerjaan kepada warga negara Indonesia yang banyak kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

“Di dalam negeri sendiri, ada banyak pekerja yang dirumahkan. Mengapa pekerjaan yang tersedia tidak diprioritaskan bagi WNI?” ucap Ketua DPP PAN itu.

Lebih lanjut, Saleh mengkritik jawaban Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kedatangan TKA asal China. Menurutnya, jawaban Kemenhub tidak tepat karena persoalan utama terkait kedatangan TKA asal China ialah terkait pemberian izin, bukan jenis pesawat yang digunakan.

“Mau pakai pesawat reguler, pesawat carter, atau pesawat pribadi sekalipun tetap dipertanyakan masyarakat, sebab masyarakat berharap agar kedatangan TKA asal China ini dihentikan terlebih dahulu. Jika nanti pandemi ini telah berlalu, baru dipikirkan lagi,” kata Saleh.

“Adapun pekerjaan yang mungkin perlu dilanjutkan, bisa saja diberikan kepada pekerja lokal. Saya yakin, pekerja WNI bisa mengerjakannya,” tutur dia.

Saleh juga menyayangkan sikap pemerintah yang seolah tidak mendengar protes dan penolakan masyarakat.

Berangkat dari itu, ia meminta pemerintah mengalkulasi untung rugi menggunakan TKA di Indonesia. Pasalnya, Saleh mengaku belum pernah mendengar bahwa penggunaan TKA mampu meningkatkan pemasukan negara.

“Setidaknya, saya belum pernah membaca laporan bahwa mereka berkontribusi dalam meningkatkan APBN. Kalau kontribusinya tidak signifikan, ya dihentikan aja dulu sementara,” kata Saleh.

Kedatangan TKA asal China dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan. Pada Sabtu, 8 Mei 2021, sebanyak 157 warga TKA asal China kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Jhoni Ginting mengatakan seratusan WNA itu datang dengan menumpang pesawat China Southern Airlines CZ387 (regular flight) dari Guangzhou. Mereka tiba di Indonesia pada pukul 05.00 WIB.

Jhoni mengatakan WNA itu telah memenuhi syarat dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Kemudian diberitakan sejumlah media bahwa sebanyak 114 WNA masuk ke Indonesia pada Kamis 13 Mei 2021. Dari jumlah itu, sekitar 110 orang diduga merupakan TKA asal China. Atas rentetan kasus tersebut Said meminta para menteri tegas melarang masuk TKA di tengah pandemi Covid-19. (bpc2)

Tags: chinaCovid-19PANTKA
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proyeksi 2027, Ekonomi Pasar Tumbuh 3,9%, Sektor Perbankan Lebih Kondusif
Ekonomi

Proyeksi 2027, Ekonomi Pasar Tumbuh 3,9%, Sektor Perbankan Lebih Kondusif

...

Read moreDetails
Putusan MK Soal Wajib Belajar Gratis Jadi Sorotan usai Pernyataan Prabowo

Putusan MK Soal Wajib Belajar Gratis Jadi Sorotan usai Pernyataan Prabowo

China Impor Emas hingga 173 Ton, Aktif Memburu Diskon

China Impor Emas hingga 173 Ton, Aktif Memburu Diskon

Harga Monyet di China Meroket, Laba Emiten Bioteknologi Melonjak 1.377 Persen

Harga Monyet di China Meroket, Laba Emiten Bioteknologi Melonjak 1.377 Persen

LineShine, Komputer Supersonik China Kini Terkuat di Dunia

LineShine, Komputer Supersonik China Kini Terkuat di Dunia

China Borong Emas Lagi! PBOC Beli 320.000 Ons di Mei, Rekor 19 Bulan Beruntun

China Borong Emas Lagi! PBOC Beli 320.000 Troy Ons di Mei, Rekor 19 Bulan Beruntun

Next Post

Pelabuhan Dumai Dilaporkan Belum Terima Kepulangan Pekerja Migran

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.