GM Hotel Pangeran Pekanbaru: Pemerintah Harus Tetap Perhatikan ‘Keseimbangan’ Bisnis dan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2020 16:30
GM Hotel Pangeran Pekanbaru: Pemerintah Harus Tetap Perhatikan ‘Keseimbangan’ Bisnis dan Kesehatan
Hotel Pangeran Pekanbaru. (Facebook: Pangeran Hotel Pekanbaru)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — General Manager (GM) Pangeran Hotel Pekanbaru Atik berharap pemerintah terus menjaga ‘keseimbangan’ bisnis dan kesehatan masyarakat di tengah wabah corona. 

Sejak wabah ini melanda, kondisi sektor pariwisata di Riau khususnya dunia perhotelan sangat terpukul, sehingga dibutuhkan strategi jitu dari pemerintah dalam upaya penyelamatan keduanya (bisnis dan kesehatan).

Advertisement

“Kami (dunia perhotelan di Riau) sangat berharap kepada pemerintah provinsi bisa lebih cepat dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat. Untuk saat ini, memang 3M menjadi solusi dan penting bagi kita semua untuk mengikuti anjuran pemerintah,” ungkapnya, Jumat, 16 Oktober 2020 di Pekanbaru.

Atik mengatakan, di samping pemerintah terus melakukan kampanye disiplin protokol kesehatan, dunia perhotelan di Riau juga membutuhkan situasi bisnis yang aman dan nyaman. Hal itu bisa dilakukan dengan meningkatkan people’s trust dengan meyakinkan orang, bahwa sebenarnya kondisi di Riau ini aman.

Baca: Pekanbaru Tak Perlu Moratorium Hotel dan Apartemen

“Kita harap meeting, tamu dan agenda pemerintah tetap bisa jalan di hotel dengan kesepakatan tetap jalankan 3M. Kami akan sangat siap untuk menjalankan itu,” ucapnya. 

Dijelaskannya, dunia perhotelan di Riau sangat memahami apa yang dilakukan pemerintah saat ini, tidak lain untuk menyelamatkan warga dari wabah corona. Namun di sisi lain kondisi perekonomian yang terdampak juga perlu disikapi dengan serius.

“Kita kan juga nggak tahu kapan wabah ini mereda. Yang terpenting bagaimana kita saling menjaga satu sama lain. Kan ekonomi harus tetap bergulir. Nggak  mungkin ada Covid-19, terus kita diam. Dan pemerintah harus memperhatikan sektor pariwisata termasuk hotel tanpa mengurangi kepentingan kesehatan masyarakat,” sambungnya.

Atik menyebut, pada awal corona mewabah pada Maret 2020 lalu, tingkat hunian kamar (okupansi) di hotel yang dia kelola tergerus sangat dalam. Kondisi ini bahkan dirasakan hampir semua hotel di Riau. Bahkan ada yang menutup secara permanen bisnis hotel mereka.

Dia mengatakan, dunia perhotelan mulai membaik pada saat pemerintah memberlakukan pola adaptasi kehidupan normal baru. “Okupansi kita membaik, walau tidak sama seperti kondisi normal,” jelasnya. 

“Tapi menurun kembali saat Jakarta menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kedua kalinya. Namun turunnya tidak terlalu dalam,” sambungnya.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah mampu memunculkan formulasi yang tepat untuk menyelamatkan keduanya, dengan tidak melanggar prinsip-prinsip sesuai rekomendasi organisasi kesehatan dunia atau WHO.

“Harapan kami ekonomi harus tetap hidup dan menggeliat, dengan menjaga ‘keseimbangan’ kesehatan dan bisnis. Pihak hotel akan terus berupaya menjaga people trust agar orang-orang bisa terus berkunjung ke Riau,” kata Atik. (bpc2)