• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Nelayan Ikan Asin di Rokan Hilir Keluhkan Keterbatasan Alat dan Harga Garam yang Tinggi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Februari 2025
Nelayan Ikan Asin di Rokan Hilir Keluhkan Keterbatasan Alat dan Harga Garam yang Tinggi

Ikan hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil, yang sudah dibersihkan dijemur di bawah terik matahari. Ini merupakan bagian dari proses produksi ikan asin (Foto: Bertuahpos / Melba)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Para nelayan produsen ikan asin di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), saat ini dihadapkan pada berbagai kendala dalam memproduksi ikan asin. Salah satu nelayan, Syahrin, mengungkapkan bahwa meskipun harga ikan asin saat ini berada di kisaran Rp20.000/Kg, keuntungan yang diperoleh sangat tipis karena tingginya biaya produksi.

“Harga memang agak naik sedikit, tapi keuntungan tetap tipis karena modal yang dikeluarkan besar. Biaya pembelian ikan, upah penyiang ikan, serta ongkos bahan baku seperti garam membuat margin keuntungan sangat kecil,” ujar Syahrin, kepada Bertuahpos, Minggu, 9 Februari 2025.

Menurutnya, harga garam yang digunakan untuk produksi ikan asin kini mencapai Rp160.000/karung dengan berat 50 Kg. Hal ini menambah beban produksi, sementara alat-alat yang tersedia untuk menunjang usaha masih sangat terbatas.

Salah satu kendala utama yang dihadapi para nelayan ikan asin di Bengko adalah minimnya fasilitas untuk penjemuran ikan. Syahrin mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki alat penunjang yang memadai, sehingga proses pengeringan ikan bergantung pada kondisi cuaca.

“Masalah utama kami adalah tempat penjemuran yang terbatas. Alat-alat juga kurang, kami tidak punya. Harapannya ada bantuan, semoga bisa mendapatkan dukungan,” kata Syahrin.

Nelayan Ikan Asin di Rokan Hilir Keluhkan Keterbatasan Alat dan Harga Garam yang Tinggi
Syahrin, seorang nelayan yang juga memproduksi ikan asin di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil, Minggu (9/2/2025) | Foto: Bertuahpos / Melba.

Saat ini, para nelayan di Bengko menjual ikan asin mereka ke Pekanbaru dan Dumai melalui pengepul yang datang langsung ke tempat produksi. Sementara dirinya dan para anggota, hanya bekerja di gudang atau tempat produksi ikan asin, dengan proses penjemuran yang memakan waktu sekitar dua hari hingga ikan kering sempurna.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, Syahrin dan para nelayan lainnya berharap adanya bantuan alat dan dukungan dari pemerintah atau pihak terkait agar usaha mereka bisa lebih berkembang. Selain itu, dukungan dalam bentuk subsidi bahan baku atau solusi untuk menekan biaya produksi juga sangat dibutuhkan agar keuntungan yang diperoleh tidak semakin menipis.

“Kalau ada bantuan, usaha kami pasti bisa lebih maju. Kami hanya ingin produksi lebih lancar dan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak,” pungkasnya.

Hingga saat ini, usaha ikan asin di Bengko masih bertahan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Para nelayan berharap adanya perhatian dari pemerintah agar mereka bisa terus mengembangkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan mereka.***

Tags: Nelayanperikanan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Musim Kemarau Ekstrime, Kekeringan di Darat, Panen Melimpah di Laut

Musim Kemarau Ekstrime, Kekeringan di Darat, Panen Melimpah di Laut

Riau Baru Dapai Satu dari 29 Titik Kampung Nelayan Merah Putih yang Diusulkan ke Pusat

Riau Baru Dapat Satu dari 29 Titik Kampung Nelayan Merah Putih yang Diusulkan ke Pusat

KNMP Pambang Pesisir Bengkalis Mulai Dibangun, Riau Usulkan 29 Titik Kampung Nelayan ke KKP

KNMP Pambang Pesisir Bengkalis Mulai Dibangun, Riau Usulkan 29 Titik Kampung Nelayan ke KKP

Produksi Pangan Non Perkebunan di Riau Ditopang Sektor Perikanan dan Peternakan

Produksi Pangan Non Perkebunan di Riau Ditopang Sektor Perikanan dan Peternakan

Prabowo Sebut Inggris Mitra Strategis di Sektor Perikanan Demi Percepatan Ekonomi Nasional

Prabowo Sebut Inggris Mitra Strategis di Sektor Perikanan Demi Percepatan Ekonomi Nasional

Next Post

Wakil Ketua DPRD Riau Hadiri Apel Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2025

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.