Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Riau Terkait Angka Kasus Kematian yang Tinggi

Senin, 30 November 2020 15:30
Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Riau Terkait Angka Kasus Kematian yang Tinggi
Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 dr Indra Yovi

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau dokter paru Indra Yovi membenarkan bahwa angka kasus kematian di Riau akibat virus corona, tergolong sangat tinggi. Walaupun secara persentase angkanya masih di bawah rata-rata kasus kematian secara nasional.

Menurut data dari Tim Satgas Penanganan Covid-19 Riau — per 30 November 2020 — secara akumulatif total kematian di Riau yang disebabkan oleh Covid-19 berjumlah 451 kasus (2,5%) dari total kasus terkonfirmasi.

Advertisement

“Angka kematian meningkat di Riau karena memang jumlah kasus terkonfirmasinya yang terus bertambah. Jika dibandingkan dengan nasional memang jumlah kasus kematian di Riau masih di bawah rata-rata,” jelasnya, Senin, 30 November 2020 di Pekanbaru.

Dengan demikian angka kasus kematian akibat Covid-19 di Riau sejalan dengan tingginya angka kasus terkonfirmasi. Oleh sebab itu, salah satu upaya untuk menekan masalah ini, bagaimana kasus terkonfirmasi bisa ditekan sedemikian rupa agar angka kematian juga bisa ditekan.

Baca: Jokowi Dinilai Gagal Tuntaskan Karhutla di Riau

Selain itu, dia menambahkan, rata-rata angka kasus kematian akibat Covid-19 di Riau memang rata-rata disebabkan oleh komorbid – penyakit penyerta. Di mana rata-rata rentang usia orang yang meninggal akibat corona di atas 50 tahun.

“Rata-rata dari angka kasus kematian akibat corona di Riau memang usianya di atas 50 tahun dan itu selalu ada,” sambungnya.

Yovi juga menyoroti langkah atau tindakan upaya penyelamatan pasien covid-19 yang dilakukan masyarakat, hingga saat ini cenderung masih menunda atau menunggu gejala berat. Sehingga saat di rumah sakit, upaya penyelamatan semakin sulit dilakukan.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat, memang beberapa kasus yang datang ke rumah sakit dengan kondisi yang sudah berat. Jadi sudah sesak nafas hebat baru datang ke rumah sakit,” tuturnya.

Seharusnya, dia menjelaskan, saat ada gejala, bagaimanapun kondisi pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit, agar penanganannya juga bisa dilakukan segera secara medis. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 24 Januari 2021 02:03

Larry King Meninggal Dunia

#LARRY KING MENINGGAL

Sabtu, 23 Januari 2021 21:32

Progres Kontruksi Tol Pekanbaru-Bangkinang Sudah 56%

#Tol #Infrastruktur #TolRiau

Sabtu, 23 Januari 2021 20:34

Pemprov Akui Kegiatan Vaksinasi di Riau Berjalan Lambat

#Vaksinasi #VaksinCorona #Kesehatan

Sabtu, 23 Januari 2021 19:32

Inhil Masuk dalam Pilot Project Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan PLTS

#PLTS #Inhil #listrik

Sabtu, 23 Januari 2021 18:32

Riau Masuk Dalam 9 Provinsi Pemulihan Mangrove dan Gambut

#Mangrove #gambut #pemulihan

Sabtu, 23 Januari 2021 17:32

Diprotes Budi Gunadi, Data Pemerima Vaksin Doevaluasi

#Vaksin #Menkes #datavaksin #corona

Sabtu, 23 Januari 2021 16:32

Google Wacanakan Angkat Kaki dari Australia

#teknologi #google #australia

Sabtu, 23 Januari 2021 15:59

Solskjaer: DNA MU Menyerang

#EPL

Sabtu, 23 Januari 2021 15:30

4 Juta Dosis Vaksin Siap Didistribusikan Februari

#Vakisn #DistribusiVaksin #kesehatan