• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sejarah Membuktikan Bersatunya Umat Islam dalam Satu Partai yang Disebut Masyumi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 November 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Dinamika politik di kalangan umat Islam sejatinya sudah ada sejak dahulu kala. Bahkan jauh sebelum Indonesia Merdeka. Bersatunya umat Islam merebut kemerdekaan merupakan bagian dari ‘kerja politik’ yang didalamnya sarat dengan ‘taktik’.

Di masa pemerintahan Orde Lama, partai Islam tidaklah seperti sekarang. Sejarah mencatat bahwa dulunya, partai Islam menjadi wadah bersatunya umat. Secara umum, berdirinya partai politik pascakemerdekaan dapat ditelusuri dari Maklumat yang dikeluarkan pemerintah Nomor X tanggal 3 November 1945 yang mengharuskan warga negara membentuk partai politik.

“Sejak saat itu warga berhimpun dan mendirikan Parpol. Maklumat itu sendiri ditandatangani oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Umat Islam menyambut baik maklumat itu. Pada 7 November tokoh-tokoh Islam mengadakan kongres di Yogyakarta dan menghasilkan dua keputusan penting,” kata M Amin Nurdin, Ali Thaufan Dwi Saputra, Adi Prayitno dalam bukunya: Prahara Partai Islam: Komparasi Konflik Internal PPP dan PKS (Yayasan Pustaka Obor Indonesia: 2019).

Menurut Tim Litbang Kompas — dalam: Partai Politik Indonesia 1999-2019: Konsentrasi dan Dekonsentrasi Kuasa — dua keputusan penting yang dirumuskan dalam kongres itu, Pertama, membentuk partai dengan nama Masyumi. Kedua, Masyumi satu-satunya Parpol yang dimiliki umat Islam, tak ada Parpol Islam lain (Kompas Media Nusantara: 2016). 

“Masyumi yang didirikan pada masa itu berbeda dengan Masyumi bentukan Jepang,” kata Syafi’i Ma’arif — Islam dan Pancasila sebagai Dasar Negara: Studi Tentang Perdebatan dalam Konstituante (2017).

Partai Masyumi menjadi tempat berkumpul seluruh partai-partai Islam dan Ormas Islam yang sudah hadir jauh sebelum masa kemerdekaan, seperti Partai Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Partai Serikat Islam Indonesia (PSII). 

Sedangkan beberapa Ormas Islam yang masuk dalam Masyumi, yakni dari NU, Muhammadiyah, Perikatan Umat Islam dan Persatuan Umat Islam. Masyumi, menjadi satu-satunya wadah bagi Umat Islam kala itu untuk menyuarakan aspirasi politiknya.

Memasuki era reformasi, situasi berbalik arah. Ada banyak partai-partai Islam bermunculan mewarnai dunia dan menjadi bagian dari dinamika politik Tanah Air. Dalam catatan harian Kompas, sepanjang Mei 1998 telah dideklarasikan tidak kurang dari 29 Parpol yang tercatat sebagai punya pertama pendiri Parpol. 

Menurut Ali Said Damanik dalam: Fenomena Partai Keadilan, puncak kedua terjadi pada Agustus di tahun itu, di mana deklarasi Parpol memanfaatkan momentum hari Kemerdekaan Republik Indonesia (sebanyak 34 Parpol dideklarasikan) terus terjadi di bulan-bulan berikutnya hingga tahun 1999.

Hadirnya Parpol ini — termasuklah di dalamnya — lahirnya Partai Islam seperti Partai Keadilan. Partai Keadilan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Masyumi, masuk dalam kelompok partai baru. Namun dari lambang yang diusung sangat jelas ‘meneruskan perjuangan Masyumi’. Termasuklah Partai Bulan Bintang. (bpc2)

Tags: Masyumipasrtai islamPolitik
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran
Nasional

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

...

Read moreDetails
Keluar dari PKS, Narji Gabung ke PSI

Keluar dari PKS, Narji Gabung ke PSI

Warga Venezuela Desak Presiden Sementara Delcy Rodríguez Mundur Pascagempa

Warga Venezuela Desak Presiden Sementara Delcy Rodríguez Mundur Pascagempa

Soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Buni Yani Ungkap Tanda-Tanda Kepanikan Sang Mantan

Safari Politik Jokowi Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan terhadap Ekonomi Nasional

Hendry Munief Serap Aspirasi UMKM dan Ekraf Riau

Hendry Munief Serap Aspirasi UMKM dan Ekraf Riau

Pemilu di Korea Selatan Ricuh, Ribuan Warga Demo Tuntut Pemungutan Suara Ulang Pascasurat Suara Kurang

Pemilu di Korea Selatan Ricuh, Ribuan Warga Demo Tuntut Pemungutan Suara Ulang Pascasurat Suara Kurang

Next Post

Fadli Zon: Kalau HRS Tak Minta Bantuan Pemerintah, Bukan Berarti Boleh Dipojokkan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.