Politisi Hanura Minta Firdaus Stop Bikin Kebijakan Bingungkan Rakyat

Selasa, 18 Mei 2021 09:55
Politisi Hanura Minta Firdaus Stop Bikin Kebijakan Bingungkan Rakyat
Pengunjung di pusat perbelanjaan Sukaramai Trade Center (STC) Pekanbaru, Jumat, 23 April 2021. (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Politisi Partai Hanura Suherman meminta agar Walikota Pekanbaru Firdaus, berhenti membuat kebijakan membingungkan rakyat, apalagi di tengah banyaknya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah baik pusat maupun Provinsi Riau.

(Informasi lainnya terkait tempat wisata dapat dilihat di TRAVELLING).

Advertisement

Seperti diketahui, pada Minggu, 16 Mei 2021, Walikota Firdaus kembali mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor: 1586/STP/SEKR/V/2021. Dalam SE ini Pemko Pekanbaru meminta agar seluruh tempat wisata yang ada di Kota Pekanbaru ditutup sementara waktu.

Keluarnya SE ini buntut protes dari banyak pihak atas kerumunan warga yang terjadi di taman rekreasi Asia Heritage, pada akhir pekan kemarin. Kerumunan ini pun menjadi sorotan banyak pihak karena khawatir dengan penyebaran Covid-19.

Baca: Sumatera Muncul 50 Titik Panas Terbanyak Lampung, Riau 2 Titik

BACA JUGA:  Hampir Sebulan Sudah Direkomendasikan, Pemprov Riau Baru Akan Bentuk Satgas Kantor

“Pemko tolong sebelum membuat peraturan ini dipahami terlebih dulu, masyarakat saat ini sulit menanggapi karena peraturan ini membuat masyarakat bingung,” kata Suherman.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru itu mengungkapkan, Firdaus yang juga sebagai Ketua Satgas Covid-19 Pekanbaru harusnya menimbang dengan bijaksana sebelum membuat sebuah keputusan, agar tidak membuat masyarakatnya bingung.

Namun, terhadap apa yang terjadi saat ini, tidak lebih dari sikap kebingungan yang ditunjukkan dengan kebijakan-kebijakan yang plin – plan.

Menurutnya, hal yang juga membingungkan, tatkala Pemko Pekanbaru mengeluarkan kebijakan menutup tempat wisata, namun pusat perbelanjaan diperbolehkan buka, maka potensi kerumunan akan terjadi lagi. 

Warga yang tidak bisa mengunjungi tempat wisata maka akan memadati pusat perbelanjaan. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan tidak akan berdampak pada tujuan awal untuk menekan angka penyebaran kasus positif corona.

Menurut Suherman, Firdaus harus membuat ketegasan kepada pelaku usaha mengenai penerapan protokol kesehatan. Kebijakan itu harus betul – betul terlaksana di lapangan dengan pengawasan ketat.

“Ini harus ditegaskan kepada pengelola, dan juga ada tim dari Satgas yang memantau. Saat ini masyarakat sudah jenuh dan jangan sampai masyarakat masa bodoh,” tuturnya. (bpc2)