Pemerintah Beri Sinyal Setujui Kebijakan Mobil Baru Bebas Pajak

Jumat, 12 Februari 2021 09:55
Pemerintah Beri Sinyal Setujui Kebijakan Mobil Baru Bebas Pajak

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah sudah memberi sinyal soal mobil baru bebas pajak. Secara tidak langsung persetujuan itu sudah diutarakan melalui keterangan resmi Kemenko Bidang Perekonomian, melalui keputusan bersama.

Awalnya, rencana kebijakan mobil baru bebas pajak ini sempat mendapat penolakan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Sesuai rilis itu. Rilis itu hasil koordinasi bersama. Pertimbangannya ada di dalam rilis itu,” ujar Staf Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo

Advertisement

Begitu juga dengan peraturan menteri keuangan terkait pajak mobil yang kabarnya direvisi. Dia menyatakan prosesnya sesuai pernyataan dalam rilis tersebut yang menyatakan sedang direvisi dan diharapkan berlaku mulai 1 Maret 2021.

Padahal, sebelumnya Sri Mulyani sempat menolak rencana kebijakan itu karena tidak ingin memberikan insentif hanya kepada satu industri saja. Bendahara ingin kebijakan insentif menyasar ke semua industri agar lebih adil.

BACA JUGA:  Ini Daftar Harga All New Nissan Serena di Pekanbaru

Baca: Catatan Sejarah 10 Desember: Lampu Lalu Lintas Pertama Kali Digunakan

Selain itu, menurut Sri Mulyani, pemerintah sudah memberikan berbagai insentif ke industri yang juga bisa dinikmati oleh industri otomotif. Pertimbangan lain, ia tidak ingin insentif bebas pajak mobil baru memberi dampak negatif bagi perekonomian.

Namun, menurut Yustinus, pertimbangan kali ini seperti yang sudah diungkapkan oleh Menko Airlangga di rilis kepada media. Dalam rilis tersebut, pemerintah memberikan insentif pajak mobil baru nol persen karena ingin meningkatkan pembelian dan produksi mobil di dalam negeri.

Pemerintah berharap pertumbuhan industri otomotif yang merupakan salah satu lini di sektor manufaktur bisa memberi kontribusi ke perekonomian nasional.

BACA JUGA:  Ini Harga Wuling Confero S Setelah Dapat Potongan Harga dan PPnBM

“Harapannya, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini,” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rilis tersebut.

Pertimbangan lain, insentif ini bisa membuat produksi mobil mencapai 81.752 unit pada tahun ini. Perhitungannya, bila produksi mobil mencapai angka tersebut, maka bisa memberi pemasukan ke negara sekitar Rp1,4 triliun.

“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun,” ucapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga mempertimbangkan efek domino lain dari industri ini, yaitu penyerapan tenaga kerja yang bisa lebih besar. Data terakhir mencatat sektor ini menyerap 1,5 juta pekerja dan memberi kontribusi Rp700 triliun ke Produk Domestik Bruto (PDB).

BACA JUGA:  Pasar Otomotif di Riau Masih Sangat Bergantung pada Sektor Perkebunan

Maka dari itu insentif diberikan. Namun, pemberiannya bertahap, yaitu tahap pertama pajak yang ditanggung mencapai 100 persen dari tarif untuk tiga bulan. Lalu, tahap kedua ditanggung 50 persen untuk tiga bulan selanjutnya dan tahap ketiga ditanggung 25 persen untuk tiga bulan berikutnya. (bpc2)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19