Kok Bisa Ya Air Garam Sembuhkan Sakit Tenggorokan Hingga Infeksi Pernafasan?

Minggu, 16 Februari 2020 11:09
Kok Bisa Ya Air Garam Sembuhkan Sakit Tenggorokan Hingga Infeksi Pernafasan?

BERTUAHPOS.COM – Manfaat garam tidak hanya digunakan untuk penyedap rasa sebuah masakan. Khasiat dan kandungan garam juga berguna untuk kesehatan tubuh. Hal ini terbukti karena garam bisa menghalangi bakteri dan virus yang masuk ke tubuh.

Apalagi campuran air dan garam telah digunakan selama berabad-abad. Salah satunya untuk kesehatan bagian mulut dan tenggorokan. Apa saja manfaat air garam? Simak penjelasannya berikut ini.

Sakit tenggorokan

Air garam efektif untuk pilek atau flu yang menyebabkan sakit tenggorokan ringan. Namun bila sudah semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter, ya.

Air garam bisa mengeluarkan air dan bakteri sekaligus melindungi gusi, sehingga obat kumur efektif meningkatkan kesehatan gigi dan gusi. Tak hanya itu, air garam juga bisa mencegah radang gusi, periodontitis, dan gigi berlubang.

Baca: Mahasiswa Teknik Perminyakan UIR Field Trip Industri Migas ke BOB PT BSP-PH

Studi pada 2010 menemukan bahwa menggunakan obat kumur air garam tiap hari membantu menurunkan jumlah bakteri berbahaya yang ditemukan dalam air liur.

Sariawan

Berkumur air garam bisa meringankan sariawan serta bisul dalam mulut. Nah, untuk membuat larutan air garam sendiri cukup mudah.

Caranya, campurkan sekitar seperempat hingga setengah sendok teh garam ke dalam 8 ons air. Lalu, gunakan larutan tersebut untuk berkumur dua kali sehari. Kita juga bisa menambahkan larutan tersebut dengan madu dan lemon.

Sinus dan infeksi pernapasan

Penelitian telah membuktikan bahwa air garam bisa mengurangi keparahan infeksi, baik infeksi virus maupun infeksi bakteri. Tak hanya itu, flu, pilek, radang tenggorokan, dan infeksi virus melalui air liur seperti epstein-barr atau mononukleosis bisa diredakan dengan air garam.

Sebuah penelitian pada 2013 tentang metode pencegahan flu nonmedis menemukan bahwa obat kumur air garam lebih efektif mencegah reinfeksi dibanding vaksinasi flu.***

(bpc3)