Hentikan Vaksinasi Jika Ada Efek Samping Serius

Sabtu, 16 Januari 2021 13:30
Hentikan Vaksinasi Jika Ada Efek Samping Serius
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito.

BERTUAHPOS.COM — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan agar menghentikan vaksinasi jika memang terdapat efek samping serius, apalagi kematian.

“Penghentian vaksinasi dilakukan untuk kepentingan investigasi,” ungkapnya dalam sebuah webinar pada Sabtu, 16 Januari 2021.

Advertisement

Penny tidak menjelaskan secara spesifik siapa pihak yang akan bertanggungjawab jika vaksin menimbulkan efek serius. 

Dia hanya memaparkan surveilans dan kajian KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dilaksanakan oleh Komite Nasional/Komite Daerah KIPI.

Baca: Tips Berikut Ini Bisa Bantu Kamu Tidak Kesiangan Saat Sahur

Alur penanganan KIPI juga telah diatur dalam Permenkes Nomor 12 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Vaksin. 

Misalnya, laporan berasal dari masyarakat disampaikan kepada Puskesmas untuk diteruskan ke Dinkes Kabupaten/ Kota secara segera hingga pada akhirnya

Menurut Penny, alasan efikasi vaksin Sinovac yang menjalani uji klinis Fase III di Indonesia berbeda dengan Turki atau Brasil. 

Dia mengatakan perbedaan efikasi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya uji klinisi di Brasil, seluruh relawan merupakan tenaga medis. 

Sedangkan di Turki adalah tenaga kesehatan sebesar 20% dan pekerja berisiko tinggi tertular sebesar 80%.

Selain itu, aktivitas relawan setelah menerima vaksin dan kondisi kasus di sebuah wilayah juga mempengaruhi efikasi.

“Sementara di Indonesia dibuka untuk umum. Jadi merefleksikan kondisi masyarakat secara umum. Itu akan sangat berbeda dampaknya ke efikasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Penny menyampaikan vaksin Sinovac aman berdasarkan data uji pada hewan dan manusia, mulai dari uji klinis Fase I hingga III di Indonesia, Turki, dan Brasil. 

Efek samping dari vaksinasi yang ditimbulkan oleh vaksin Sinovac juga bersifat ringan, seperti nyeri, iritasi, kemerahan, dan pembengkakan.

Video

BACA JUGA:  Siang Ini 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Mendarat di Soetta

Seperti diketahui, sebanyak 23 orang meninggal dunia di Norwegia, setelah disuntik vaksin besutan Pfizer/BioNTech.

Menurut Anadolu Agency sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, 13 kematian di antaranya kemungkinan terkait dengan efek samping vaksin. 

Terkait informasi ini juga sudah dikonfirmasi oleh pihak berwenang negara itu pada 14 Januari 2021.

Menurut Badan Pengawas Obat Norwegia, kesemua 13 orang tersebut berusia di atas 80 tahun.

Bahwa, efek samping umum dari vaksin Pfizer/BioNTech, seperti demam dan mual, mungkin telah menyebabkan kematian beberapa pasien lanjut usia.

Direktur medis BPOM Norwegia Steinar Madsen, mengatakan kepada penyiar nasional NRK, bersama dengan 13 kematian, ada pula sembilan kasus efek samping yang serius, sementara ada tujuh kejadian efek samping yang tidak terlalu serius.

Norwegia memulai vaksinasi Covid-19 bulan lalu, tepat setelah vaksin Pfizer/BioNTech disetujui oleh European Medicines Agency.

Menurut data yang dirilis oleh pelacak OurWorldInData yang berbasis di Inggris, hampir 33.000 orang sejauh ini telah menerima dosis vaksin Covid-19 di negara tersebut.

Angka terbaru menunjukkan beban kasus virus corona Norwegia saat ini mencapai 57.736, termasuk 511 kematian. (bpc2)

Berita Terkini

Selasa, 02 Maret 2021 17:25

Peresmian Air Panas Sungai Pinang  Diundur

Rencana peresmian akan dijadwalkan kembali.

Selasa, 02 Maret 2021 15:32

Pembakaran Sampah, Lahan 2,500 Meter Persegi Terbakar di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran sampah”

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Pemkab Harus Cari Solusi Tepat Soal PETI, Supaya ‘Jangan Asal Tangkap Saja’

“Pemilik modal juga harus ditindak. Jangan pekerja saja.”

Selasa, 02 Maret 2021 14:18

Video: Pernyataan Jokowi Soal PP Investasi Miras Dicabut

Investasi minuman beralkohol (miras) dicabut atas masukan Ormas.

Selasa, 02 Maret 2021 13:40

Video: Suasana Vaksinasi Tahap 2 di Pekanbaru

Vakisinasi tahap kedua yang dilaksanakan pada Senin, 1 Maret 2021, menyasar 2000 tenaga publik.

Selasa, 02 Maret 2021 13:21

Jokowi Cabut Investasi Miras, Diklaim Setelah Terima Masukan Para Ulama dan Ormas Islam

“Setelah menerima masukan dari ulama MUI, NU, Muhamadiyah dan ormas lainnya.”

Selasa, 02 Maret 2021 13:01

Asap Mulai Selimuti Riau, Warga: Covid Belum Pergi, Asap Sudah Datang

Kabut asap terpantau sudah mulai menyelimuti Riau pada hari ini, Selasa 2 Maret 2021

Selasa, 02 Maret 2021 11:51

Siang Ini 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Mendarat di Soetta

Sejauh ini belum ada informasi resmi dari KPCPEN mengenai berapa jumlah dosis vaksin.

Selasa, 02 Maret 2021 11:30

Unggah Foto Jokowi Bersama Cucu, Ibu Korban Semanggi I Teringat Kebahagian Bersama Sang Anak

Anaknya ditembak aparat di halaman kampus Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Selasa, 02 Maret 2021 11:21

Fokus Pemadaman Karhutla Diarahkan ke Rohil dan Bengkalis

Intensitas titik api di kedua daerah itu sangat tinggi.