• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Haruskah Cahaya Anggun Kehilangan Matanya Akibat Asap di Riau?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Februari 2021
kerusakan mata

Cahaya Anggun May Shira. (istimewa).

111
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Usia Cahaya Anggun May Shira baru 11 tahun. Usia yang masih terlalu belia untuk merasakan kegelapan tersebab matanya didiagnosis Steven Jhonsos Syndrome atau kerusakan pada mata, begitu hasil analisa dokter yang menanganinya.

Dia berdomisili di Jalan Hang Jebat, Sail, Pekanbaru. Ayahnya bernama Sugeng, bekerja sebagai OB honorer dengan gaji jauh dari kata cukup.

“Dia gadis kecil pejuang. Perempuan kuat yang dengan sepenuh hatinya melawan penyakit agar matanya tetap bisa melihat cahaya terang,” kata Ayu Rahma, seorang relawan yang kini tengah berupaya mencarikan dana untuk pengobatan Cahaya Anggun.

Cahaya adalah salah satu korban yang terdampak asap saat Karhutla Riau. Dia demam selama tiga hari akibat terpapar asap dan dilarikan ke rumah sakit.

Dari cerita Ayu, dokter mengira Cahaya terserang rubela. Dia kemudian diisolasi di ruang ICU. Satu bulan lamanya. Bukan membaik, kondisi kesehatannya kian mengkhawatirkan. “Seluruh kulitnya memerah seperti terbakar,” cerita Ayu.

Perawatan tetap berlanjut sampai kondisi kulitnya pulih, namun kondisi matanya lebih mengkhawatirkan. bahkan kornea matanya seperti akan keluar dari kelopak matanya yang mungil.

Derita Cahaya Anggun makin bertambah karena kian diperburuk dengan penyempitan saluran tenggorokan, TBC paru. “Untuk menikmati manisnya susu saja, harus alirkan pakai selang ke dalam tubuhnya.

“Kerusakan pada mata pasien disebabkan kondisi steven jhonsos syndrome,” kata petugas pendamping dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau Ade Asmara.

Dalam keterangannya dijelaskan, tanggal 26 Juni 2021, Cahaya berangkat kembali untuk kedua kalinya RSCM Jakarta, untuk melanjutkan pengobatan tahap pertama.

Pada 7 Juli 2020 dia kontrol ke poli mata yang ditangani oleh dr Wawan E SpM (K). “Dokter menganjurkan segera mendapatkan donor kornea mata dan membuat surat permohonan ke Bank Mata Indonesia, agar bisa dilakukan tindakan operasi kornea mata,” cerita Ade.

Di 8 juli 2020 Cahaya mendatangi bank mata. Pihak dr Bank Mata memberikan dua pilihan kornea mata yaitu kornea philipina atau kornea lokal. Pihak Bank Mata menyarankan untuk anak-anak sebaiknya menggunakan kornea mata philipina.

Tanggal 11 Desember 2020, mata Cahaya dilakukan operasi pemasangan kornea mata. Lalu, dilanjutkan dengan kontrol pada 1 Februari 2021. Dokter mengatakan kornea matanya tidak bisa dipertahankan — kerusakan mata — sudah mulai mengeruh dan bolong.

Dalam riwayat diagnosa medis, kata Ade, dokter menyarankan harus dilakukan tindakan operasi kornea mata kembali. Tetapi sebelum itu, perlu dilakukan penambahan kulit di sekitar mata yang diambil dari kulit paha pasien.

Pada 9 Februari 2021 Cahaya kembali masuk bilik operasi untuk tindakan penambalan kornea mata. Mendadak suhu tubuhnya meninggi. “Operasi pun dibatalkan,” terang Ade Asmara.

Diagnosa lainnya, Cahaya juga mengalami kelainan penyempitan saluran cerna sehingga membuatnya tidak bisa makan melalui mulut. Dokter sudah melakukan tindakan endoscopy sebanyak tiga kali.

Di tanggal 22 Februari, Senin kemarin, dia direncanakan masuk rawat inap untuk dilakukan endoscopy keempat kalinya dan dilatasi saluran cerna. Sedangkan untuk penambalan kornea dalam proses penjadwalan ulang. “Pasien akan segera dilakukan cangkok kornea mata ulang,” tuturnya.

“Kami yakin masih banyak orang-orang baik di Riau, khususnya di Pekanbaru yang bermurah hati agar Cahaya Anggun bisa kembali melihat dunia, di tengah kondisinya yang saat ini dalam keadaan meraba,” ungkap Soraya Nadila, yang juga relawan untuk Cahaya Anggun May Shira.

“Kami menyadari saat ini Cahaya Anggun sedang ‘berteriak sendiri’. Ayah ibunya sedang berduka,” ungkapnya.

Ayah Cahaya Anggun adalah seorang Office Boy honorer di salah satu kantor di Pekanbaru, Riau. Saat ini, gaji bulanannya tentu saja dibagi untuk pengobatan Cahaya dan kebutuhan hidup keempat orang anak. “Dia selalu menjawab dengan senyuman ketika ditanya, ‘sudah makan?’.”

Dukungan Penanganan Pengobatan Oleh Pemprov Riau

Pemerintah Provinsi Riau telah memberikan dukungan dengan memfasilitasi rujukan ke RSCM Jakarta sejak pertengahan tahun 2018. 

Bantuannya berupa tiket pesawat untuk pasien dan pendamping pasien pergi dan pulang, bantuan biaya rumah singgah, konsumsi selama pasien menjalani pengobatan.

Serta pendampingan oleh Petugas Dinkes pada saat awal menjalani pengobatan di RSCM, dan pendampingan via telfon selama pasien menjalani pengobatan di RSCM.

Selama menjalani pengobatan di RSCM, mitra Dinkes Provinsi Riau di Jakarta (ed. Yayasan Sedekah Rombongan Jakarta) secara aktif dan intens membantu pendampingan pasien setiap berobat ke RSCM. 

Melalui jejaring Mitra Yayasan Sedekah Rombongan di Jakarta, pasien juga selalu mendapatkan donasi untuk melengkapi kebutuhan biaya tambahan.

Penghimpunan dana, sejauh ini dilakukan oleh para relawan yang mencoba membuka donasi melalui kitabisa.com. Jumlah dana yang terkumpul masih sangat sedikit. Sedangkan biaya dibutuhkan untuk pengobatan Cahaya Anggun May Shira hingga Rp150 juta, sedangkan waktu hanya tinggal 53 hari lagi.

(bpc2)

Tags: asap Riaucahaya anggundiagnosis medisdonasiHonorerkemanusiaankerusakan matakornea matakornea rusakpenyakit mata
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan di Pekanbaru, Sejumlah Pesawat Delay hingga Batal

...

Read moreDetails
KDD Riau Komplek Himpun 35.515 Kantong Darah dalam 75 Kali Aksi Donor Sejak 2005

KDD Riau Komplek Himpun 35.515 Kantong Darah dalam 75 Kali Aksi Donor Sejak 2005

CherryTea Shop, Toko Sosial Barang Pre-Loved untuk Kegiatan Amal Hadir di Pekanbaru

CherryTea Shop, Toko Sosial Barang Pre-Loved untuk Kegiatan Amal Hadir di Pekanbaru

Penghapusan Tenaga Honorer

Kalau Disetujui, Penghapusan Tenaga Honorer Pemerintah Sampai Desember 2024

Pasca Operasi Aidil di RS Swasta, Keluarga Terhutang 40 Jt, Kini Butuh Uluran Para Donatur

tenaga honorer, ASN wajib ngantor

Pemprov Riau Pertahankan 19 Ribu Lebih Tenaga Honorer

Next Post
Kartu pra kerja

Kuota Penerimaan Kartu Prakerja Tahun Ini Belum Bisa Ditentukan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.